ROCK ADALAH SEMANGAT!! ROCK ADALAH PEMBERONTAKAN!! ROCK BUKAN HANYA SEKEDAR BEAT RHYTEM ATAU MELODI. TETAPI LEBIH DARI ITU, ROCK ADALAH JALAN HIDUP!!!
Showing posts with label industrial. Show all posts
Showing posts with label industrial. Show all posts

Wednesday, January 14, 2009

KOIL


KOIL berdiri pada tahun 1993, dengan formasi : Otong (vokal), Doni (gitar), Imo (Bass), Leon (Drum). Sejak awal berdiri Koil memutuskan untuk membuat dan memainkan lagu-lagu ciptaan sendiri. Keputusan ini merupakan hal yang kurang lazim saat itu , karena kebanyakan band saat itu lebih sering membawakan lagu orang lain.

Dengan usaha keras akhirnya Koil berhasil menciptakan beberapa buah lagu dan pada tahun 1994 dengan dana yang minim Koil bisa masuk studio rekaman dan merekam sekitar 8 buah lagu. Kemudian lagu-lagu itu dirilis dalam single yang berjudul "Demon From Nowhere". Kaset ini hanya diedarkan terbatas, selain karena keterbatasan dana juga karena saat itu Koil kesulitan untuk mendapatkan tempat untuk menjual kaset tersebut. Satu-satunya tempat yang mau memasarkannya adalah Reverse Outfits, sebuah toko kepunyaan Richard Mutter ( ex drummer Pas band)

Pada tahun 1996, seorang produser bernama Budi Soesatio dari label Project Q (label yang mengeluarkan album Slank 1-3) tertarik untuk merilis album Koil dan mengkontrak Koil sebanyak 2 album. Maka pada bulan September 1996 KOIL merilis full albumnya yang pertama yang berjudul “KOIL”, lagu-lagu di album ini sebagian diambil dari single Demo From Nowhere.

Album ini mendapat tanggapan positif dari khalayak musik Indonesia terutama pencinta musik rock, karena musik dan lirik nya dianggap tonggak baru dalam kancah musik rock Indonesia. Musik yang diusung Koil adalah musik rock yang dipenuhi dengan sampling sampling suara . Sampling itu tidak hanya berasal dari instrumen musik tapi juga dari suara-suara yang ada disekitar kita seperti suara air, suara besi dipukul, suara panci dipukul suara-suara binatang, suara orang pidato, dll, yang digarap dengan penggunaan teknik sampling yang apik . Dari segi lirik, penulisan lirik-lirik yang mengekspresian kekosongan hati, kegelapan dan kehampaan cinta yang dituangkan dalam bait-bait lirik berbahasa Indonesia,menjadi suatu nilai plus bagi koil karena lirik bahasa Indonesia masih jarang dipakai untuk jenis musik rock seperti Koil.

Kerjasama Project Q dan Koil sebenarnya masih menyisakan 1 buah album lagi tapi karena dihadang krisis moneter menyebabkan Project Q tidak dapat memproduksi album ke-2 Koil. Akhirnya pada tahun 1998 Koil memutuskan untuk keluar dari Project Q.

Setelah keluar dari Project Q, Koil merilis single Kesepian ini Abadi di bawah label Apocalypse Record. Sebuah label yang dibuat oleh Otong (Koil) dan Adam (Kubik). Kaset single ini pun diedarkan secara indie melalui jaringan distro-distro underground yang saat itu sudah mulai banyak bermunculan di kota-kota besar,

Dirilisnya album ini membuat nama Koil kembali naik ke permukaan ditandai dengan banyaknya tawaran manggung yang datang. Seiring dengan itu, Koil mencoba konsep baru dalam pertunjukannya yaitu dengan memasukan unsur-unsur lain dalam pertunjukannya yaitu fashion dan tarian . Unsur fashion yang mendapat perhatian besar dari Koil adalah penggunaan kostum khusus dalam setiap penampilannya.. Kostum dari kulit, berwarna hitam , penuh asesoris logam , sepatu boots tinggi , membuat penampilan Koil berbeda dengan band-band lainnya. .Ditambah lagi dengan aksi para penari wanita yang berpakaian seksi membuat pertunjukan semakin menarik. Hal ini akhirnya menjadi trademark bagi Koil, sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan fashion, tari dan musik pada saat manggung.

Setelah merilis single ini, Koil kembali masuk studio rekaman untuk menyelesaikan materi lagu untuk album berikutnya, diselingi juga dengan membantu para musisi lain diantaranya meremix lagu dari Puppen, Burger Kill, Jasad. Lagu-lagu Koil juga masuk di beberapa kompilasi seperti : Best Alternative Indonesia ( prod Aquarius Musikindo), Ticket To Ride ( Spills Record), Kompilasi Viking-Persib.

Pada bulan Februari 2001, setelah melewati perjuangan keras yang penuh tantangan seperti kesulitan dana rekaman, minimnya peralatan musik, teknologi rekaman yang baru , dalam pembuatan album akhirnya Koil merilis full albumnya yang ke-2 yang berjudul Megaloblast dibawah label Apocalypse Record. Album ini berisikan 10 buah lagu dan berbungkus artwork kover yang sangat apik, berwarna dominan putih bergambar muka seorang wanita.

Pada saat pertama dirilis pendistribusian kaset ini dilakukan hanya lewat jaringan distro-distro underground di Jakarta dan Bandung ,pemesanan melalui pos, dan beberapa toko kaset . Cara ini terpaksa ditempuh oleh Koil yaitu untuk menekan biaya pendistribusian Tapi walaupun dengan cara seperti ini album Megalobalst dapat terjual sekitar 15 ribu kopi (sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran indie label dan cara pendistribusian seperti ini ).

Angka penjualan ini didukung oleh promo yang gencar yaitu dengan membuat ribuan poster dan baligo yang di pasang di jalan-jalan utama, untuk melakukan promosi seperti ini Koil dibantu banyak pihak seperti distro-distro, radio, majalah, dan yang mengundang kontroversi adalah bantuan dari Restoran McDonalds Cihampelas Bandung (restoran McDonalds dimusuhi komunitas underground di bandung saat itu). Store Manager restoran McDonalds saat itu adalah Wisnu Aji Nugroho aka Wayank ( pendiri band/clothing citysounds ) kabarnya adalah sahabat koil

Setelah itu untuk menambah tingkat penjualannya, Koil membuat video klip untuk lagu Mendekati Surga dan klip itu dikirim ke MTV , tidak disangka-sangka ternyata klip itu mendapat tanggapan positif dari pihak MTV . (saat itu MTV belum menayangkan klip-klip band indie). Setelah beberapa kali ditayangkangkan, klip ini mendapat respon yang sangat tinggi di MTV, (bahkan menurut pihak MTV melebihi request terhadap lagu Linkin Park) , Hal itu membuat pihak MTV mengundang KOIL untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.

Melihat potensi ini, pada bulan Oktober 2003 sebuah label yaitu ALFA RECORD menawarkan kerjasama untuk merilis kembali album Megaloblast dengan pendistribusian yang lebih luas yaitu seluruh Indonesia. Akhirnya pada bulan Desember 2003 album Megaloblast dirilis kembali dengan penambahan 2 buah lagu remix dan perubahan artwork kover album, menjadi berwarna hitam, oleh karena itu album ini sering disebut MEGALOBLACK. Untuk menambah tingkat penjualan, Koil membuat 2 buah video klip lagi yaitu untuk lagu Kita Dapat Diselamatkan dan lagu Dosa Ini Tak Akan Berhenti. Kedua video klip ini di buat oleh rumah produksi “Cerah Hati”.

Peredaran kaset Koil secara nasional membuat orang makin mudah mendapatkan kaset Koil maka dengan sendirinya penjualan kaset Koil terus meningkat. Keadaan ini membuat Koil semakin dikenal di dunia musik Indonesia, sebagai salah satu band indie yang dapat disejajarkan dengan band-band major label. Prestasi Koil ini mendapat perhatian dari majalah Times Asia, sehingga dalam salah satu tulisannya menyebut Koil sebagai salah satu band rock masa depan Indonesia.

Tahun 2007 Koil merilis ALbum Blacklight Shines On. Album ini merevolusi model bisnis musik di Indonesia karena diedarkan secara gratis. Mereka menggandeng label minuman keras, Jack Daniel's, sebagai sponsor. Di internet album ini dirilis dalam bentuk mp3 for free download. Selain itu juga menjadi bonus bagi beberapa media dan berbagai event. Single Semoga Kau Sembuh menjadi soundtrack film Kuntilanak 2. Dan dibuat videoclinya oleh Rizal Mantovani.

Diskografi:
* 1994: Demon From Nowhere
* 1996: Koil
* 2001: Megaloblast
* 2007: Blacklight Shines On

Read More......

Sunday, January 11, 2009

GETAH


GETAH dibentuk pada awal tahun 1996 di Jakarta. Pada tahun 1997, dengan beranggotakan Jodie Gondokusumo (vocals), Marcel (bass, vocals), Beoy Feisal (guitars), dan Reeve (drums), album debut Getah dengan judul “Getah” dirilis oleh Warner Music Indonesia. Satu video klip untuk single lagu "Api" dibikin dan sempat lama ditayangkan di televisi2 lokal. Pemunculan Getah di era itu membawa warna baru di musik Indonesia dengan penampilan mereka yang neo-gothic dan lagu-lagu yang melintasi beberapa genre musik. Sayangnya album ini kurang mendapat dukungan promosi yang memadai sehingga kurang terdengar gaungnya di peta musik Indonesia.

Sebagai sebuah band, Getah banyak mengalami perubahan-perubahan formasi, seperti masuknya Tyo Nugros (drums) menggantikan Reeve yang harus kembali ke USA setelah tak lama album rampung direkam. Tyo Nugros yang lalu pindah ke band pop rock Dewa 19 lalu digantikan oleh Bambino. Peter St. John bergabung sebagai keyboardist dan kemudian malah menjadi lead guitarist setelah Beoy meninggal pada tahun 1998. Adra Dala, seorang keyboardist Jazz (Tomorrow People Ensemble), pun bergabung membawa influence bermusiknya yang bertolak belakang dengan corak rock yang diusung Getah. Dalam formasi ini Getah sempat mengeluarkan mini album (EP) “Green Wine” yang hanya dicetak dalam format kaset dan dalam jumlah yang terbatas.

Pada tahun 2002, Jodie meninggal dunia setelah melewati perjalanan panjang melawan penyakit yang dideritanya. Getah sempat mengalami masa vakum yang cukup panjang. Memang tak mudah bangkit bila sebuah band ditinggal pergi frontmannya. Marcel lalu sempat merangkap sebagai pemain bass dan juga vokalis. Dalam periode ini Agung Cakra Manggala bergabung sebagai drummer menggantikan Bambino. Pada thn 2004 Getah sempat ikut serta dalam OST sebuah film action/suspense nasional berjudul “Gerbang 13” dengan lagu berjudul "Closing Chapter" dengan vokal alm. Jodie.

Pada penghujung tahun 2005, Oddie Octaviadi, frontman dari band industrial rock, Sic Mynded, kembali ke tanah air setelah kurang lebih 15 tahun tinggal dan bermusik di Amerika Serikat. Sebuah event organizer di Jakarta menawarkan acara untuk Sic Mynded, namun Oddie malah melemparkan tawaran tersebut ke teman-teman Getah yang sudah lama vakum dari penampilan live. Getah yang saat itu tidak mempunyai frontman akhirnya mencoba untuk berlatih dengan dibantu oleh Oddie sebagai vokalis. Acara live show itu sendiri batal dilaksanakan, tapi ikatan batin dan chemistry antara Getah dan frontman barunya ini telah tercipta. Dari saat itu, Getah berikrar untuk bangkit kembali dengan frontman yang baru.

Bangkitnya kembali Getah ini tercium oleh berbagai media di Indonesia. Majalah Rolling Stone Indonesia lah yang pertama kali mengangkat kelahiran kembali Getah ini dalam sebuah edisi mereka di tahun 2005. Sejak itu Getah terus aktif merambah dari panggung ke panggung dengan formasi Oddie (vocals), Marcel (bass), Peter (guitars), Agung (drums) dan Adra (keyboards). Dari penampilan pertama di klub PARC, konser akbar Soundrenaline, konser Salam Lebaran, Pekan Raya Jakarta / Jakarta Fair, Slankfest, beberapa club-club di Jakarta dan Bandung, hingga band pembuka untuk band pop sepeti Ungu di tour mereka. Tahun 2006 ditutup dengan show perpisahan dengan sang keyboardist, Adra, yang harus hijrah ke Belanda untuk melanjutkan studinya di bidang musik.

Di sela-sela kegiatan manggung yang semakin intensif, Getah pun mulai merintis pembentukan management dan production crew yang solid. Memang bukan hal yang mudah untuk merekrut orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang sepaham, akan tetapi Getah sangat beruntung diberkati dengan teman-teman dan pendukung yang setia yang akhirnya bergabung sebagai keluarga besar Getah. Dengan formasi yang baru ini pun Getah masih pula sempat dihantam oleh sebuah kecelakaan yang hampir membinasakan band ini kembali, yaitu ketika pada akhir tahun 2006 Oddie dan Marcel sempat hilang terseret ombak pantai selatan selama lebih dari satu jam. Tapi memang seakan-akan awan hitam yang kerap bernaung di atas Getah masih belum cukup dahsyat untuk menghentikan band ini. Oddie dan Marcel selamat tanpa luka yang berarti dan kembali meneruskan kegilaan Getah.

Di tahun 2007, Getah diminta untuk tampil dalam film layar lebar besutan sutradara Rudi Soedjarwo yang berjudul “In The Name of Love”. Selain menyumbang penampilan live mereka, sebuah lagu Getah berjudul “Segitiga Bermimpi” pun diambil untuk menjadi bagian dari OST film ini bersama nama-nama besar di kancah musik pop seperti Acha Septriasa dan Addie MS. Selain itu juga, di tahun yang sama, Getah mendapatkan penghargaan istimewa dari majalah Rolling Stone ketika album debut Getah dari tahun 1996 terpilih sebagai salah satu dari “150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”.

Di awal tahun 2008 ini Getah merilis album ke dua nya yang berjudul "Release Is Peace", berisikan 11 buah lagu melalui records label Off The Records. Video klip untuk album ini pun telah dibuat oleh director Tedy Soeriaatmadja / Global Village Pictures (“Badai Pasti Berlalu”, “Ruang”) untuk lagu “Release is Peace” dan oleh director Anissa Meutia / Rudi Soedjarwo / Reload Film Center untuk lagu “Parasit Hati”. Untuk menambah nuansa dalam album ini, Getah pun menampilkan vokalis jazz ternama Syaharani dan orkestrasi dari virtuoso Iwan Hasan, frontman grup progresif rock Discus, dalam lagu “Revolusi Dalam Hati”. Selain itu juga, album ini menampilkan guest musicans seperti Ricky Siahaan dari grup rock Seringai dalam lagu “1,000 Tahun” dan Alexandra J. Wuisan dari Sieve dalam lagu “Kembali Putih” dan “Sepi”

Lagu-lagu baru dari album ini sudah sempat diperkenalkan ke publik ketika Getah turut serta dalam perayaan tahun baru 2008 di kota Magelang dengan penonton tak kurang dari 10,000 jiwa. Pada show yang spesial tersebut Getah mendapatkan tamu istimewa, seorang kawan lama yang juga pendukung Getah, yaitu John Paul Ivan, seorang sosok karismatik mantan gitaris Boomerang. Show itu sendiri seakan menjadi 'peringatan awal' bagi para fans musik Indonesia untuk bersiap-siap dengan kebangkitan kembali Getah lewat album terbaru mereka ini. Getah merencanakan tur panjang keseluruh pelosok Indonesia untuk memperkenalkan diri kembali keseluruh fans. Revolusi Getah dimulai sekarang.

Discography:
- "Getah" (self-titled), album, 1997, Warner Music Indonesia
- "Green Wine / Missing", mini EP, 2001, self released
- OST "Gerbang 13", 2005 (song "Closing Chapter")
- "Rare And Raw Vol. 02" compilation cd by Rolling Stones Indonesia magazine, 2007 (song "Parasit Hati (novus deus mix)" )
- OST "In The Name of Love", 2008, Task/Valiant Circle Productions (song "Segitiga Bermimpi")
- "Release is Peace", album, 2008 , Off The Records

Read More......