
Sergala jahanam meghadirkan komposisi musik metal yang lain dari biasanya. Di luar zona kenyamanan metal pada umumnya. Anggap saja sebuah metal yang malas, karena temponya yang pelan dan berat dalam atmosfer gelap. Boleh juga disebut dengan nama sludge metal atau drone metal. Kebanyakan justru menyebut musik seperti ini pasti bagian dari klan post-metal.
Formasi dari Serigala jahanam adalah Dede [vocal & everything], GI Joe [live guitar], Lord Herm's [live bass & rock juicer], Is Suck [live bass], Dip-O-Rollins [live drum]
Serigala Jahanam adalah proyek metal alter-ego dari Dede yang dibentuk di pinggiran kota Bandung pada akhir tahun 2005. Awalnya band ini merupakan trio grindcore/fast-hardcore/heavy-punk yang sempat bikin rehearsal demo-tape di tahun 2005. Hingga akhirnya Dede dkk mulai agak jenuh dan ingin mencoba bereksperimen dengan sesuatu yang baru. Lahirlah kemudian konsep musikal baru dari Serigala Jahanam.
Mereka memainkan musik metal yang diolah dengan bermacam elemen nada avant garde, kontemporer, etnik-tribal, post-rock, ambient, drone, hingga noise-art. Sejak tahun 2006 mereka merekam materi musiknya secara independen di garasi kamar. Akhirnya di awal tahun 2008 Serigala Jahanam berhasil merilis album versi digital bertitel Ketika Pria Memakan Wanita, Ketika Wanita Memakan Pria di bawah netlabel terkemuka asal Jogja, Yes No Wave Music. Rekaman ini mengantarkan sejumlah tembang unik, termasuk singel Astral Altar. Dalam versi CD yang mereka rilis sendiri, album itu memiliki dua bonus track, Lembah Biru serta Dalam Dan Beku.
apokalip.com
Tuesday, February 3, 2009
SERIGALA JAHANAM
Posted by
The Creature
at
12:05 AM
0
comments
Labels: post metal
Thursday, January 29, 2009
SOUTHERN BEACH TERROR

Dengarkan!! Irama musik surf yang antik dari khazanah rock & roll jaman perjuangan. Ada suara gitar vintage yang cukup panik namun seksi. Ketukan snare drum yang berputar-putar. Sekilas sangat experimental dan instrumental. Dari eloknya pasir pantai hingga soundtrack film action kelas dua. Riding a tsunami!
STORY Band ini awalnya merupakan side project dari Bowow [Coffin Cadillac], Fossil [The Strawberries] dan Bimo [Killed On Juarez] di tahun 2003. Bimo lalu memilih keluar dari band karena alasan tertentu dan menyebabkan aktifitas bermusik mereka terhenti. Selama dua tahun, Bowow intens belajar main gitar sambil terus mendengarkan The Ventures, The Shadows, serta musik rock & roll dari era 50-an dan 60-an. Dia lalu menghubungi Fossil untuk membangun proyek bandnya kembali dengan irama musik surf-rock. Beberapa sesi latihan awal mereka yang mengkover lagu-lagu The Ventures dan The Shadows ternyata berjalan cukup berat. Hingga akhirnya Bowow 'dicerahkan' oleh CD The Ghastly Ones dan memilih untuk membawakan lagu-lagu band tersebut.
Nama band The Southern Beach Terror [TSBT] diambil dari judul film horor klasik Kerajaan Laut Kidul [The Southern Sea Kingdom], yang juga jadi representasi dari Jogjakarta, kota domisili mereka. Film tersebut menceritakan legenda rakyat lokal tentang kerajaan spiritual di selatan Jogja yang dipimpin oleh seorang ratu bernama 'Nyai Roro Kidul'. Akhir-akhir ini, TSBT sudah banyak mengisi pentas-pentas lokal di sekitar kota Jogja. Influens musik mereka pun mulai berkembang sampai ke arah The Cramps, The Sonics, dan band-band sejenis lainnya. Kecintaan Bowow dkk terhadap musik surf juga jadi motivasi tersendiri untuk terus membuat progres dan menciptakan nada-nada yang 'berani beda' dari band lokal kebanyakan.
BOILING POINT Meskipun TSBT tidak berasal dari scene surfing, namun mereka boleh dibilang satu-satunya band yang memainkan musik surf-rock di Jogja, bahkan mungkin di Indonesia!...
apokalip.com
Posted by
The Creature
at
9:42 PM
0
comments
Labels: post metal
GHAUST

"A fairly consistent listen of forceful yet controlled heaviness. Involved influence from Boris, Pelican, Amebix, Kyuss and Corrupted," begitu yang tertulis pada halaman MySpace mereka. Melihat dari kuantitas personil, instrumen dan influens, maka bisa ditebak kalau Ghaust memainkan musik post-metal. Akar musik mereka adalah hasil eksplorasi metal yang dilatari dengan kombinasi antara stoner, sludge, doom, hardcore punk, dan post-rock. Tentu ini menjadi sebuah perayaan yang menyenangkan bagi para pencinta Isis, Pelican, Red Sparrowes, Eyehategod hingga Mogwai. "Tetapi jika anda tetap memaksa untuk berpikir atau berharap bahwa musik Ghaust itu adalah thinking man's metal, maka bersiaplah untuk kecewa!" pesan mereka kemudian.
Ghaust dibentuk pada awal bulan Agustus 2005 di kota Jakarta oleh demonic duo, Uri A Putra [gitar] dan M Edward [drum]. Sejak awal tahun 2007 lalu mereka sudah merekam materi debut album di Sinjitos studio dengan supervisi dari Iyub [Sugarstar, Santa Monica]. Di sela rekaman, Ghaust juga membagikan gratis materi demo bertajuk 600335/047545 yang berisi empat lagu ; Day After [Fucked-Up Version], The Wolf and The Boar, Black Ice Battle, dan Torchlight [Edit-Version/Live]. Kemudian mereka sempat terlibat dalam proyek kompilasi Droning Earth Vol.6. Di tengah proses penggarapan album perdana, ternyata mereka mengalami banyak perubahan mulai dari titel, list lagu, hingga artwork.
"Dulu pada awalnya kami sering menulis bahwa album perdana kami akan dinamakan Defeating Earth Gravity, tetapi seiring waktu dalam mengerjakan album ini kami sedikit merasa bahwa judul itu sudah tidak pantas untuk dijadikan sebagai nama album perdana kami. Karena memang materi di album perdana kami sudah berubah dan sedikit-banyak mengalami perkembangan baik dari ide maupun segi musikalitas," jelas mereka. "Materi baru dari album ini adalah materi terbaik yang berhasil kami buat pada saat ini. Mengambil dari banyaknya influence musik dari band-band yang luar biasa seperti His Hero Is Gone, OM, Corrupted, Neurosis, Godspeed You Black Emperor, Slayer, hingga rutinitas hidup kami yang akhirnya menghasilkan sesuatu yang sangat personal di album perdana ini." Kemudian soal titel albumnya nanti, mereka juga menjelaskan panjang lebar, "Nama Defeating Earth Gravity dulu diambil dari keterkaitan konsep lagu perlagu pada materi awal yang kami buat, tetapi ternyata materi lama kami hampir semua tidak ada yang masuk ke dalam album ini. Semuanya tergantikan dengan materi baru dan hanya The Wolf and The Boar saja yang dipertahankan. Jadi jika ada yang bertanya apa nama judul album perdana Ghaust? Album ini tidak memiliki judul alias album self-titled. Kami sudah lelah dengan berkonsep ria, mungkin sekarang bukan saatnya..."
Ghaust termasuk band dengan formasi dan corak musik yang unik dan tidak biasa di scene cadas. Mereka mulai sering tampil di panggung-panggung lokal Jakarta. Sempat juga membuka konser launching Seringai tahun lalu. Ghaust is now restoring an heavy instrumental composition to it's authority!...
apokalip.com
Posted by
The Creature
at
9:18 PM
0
comments
Labels: post metal


