
Nike Ardilla lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak kecil sudah mengawali karir dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores. Karir musiknya di dunia hiburan pun dimulai.
Tahun 1987, oleh Ningsihrat ia diboyong ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di situ ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie, yang kemudian jadi manajernya. Dua Deni itu memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi. Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha.
Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu dua juta kopi Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller. Album rekaman terakhir Nike Ardilla sebelum wafat yang bertajuk Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka tiga juta kopi dan lima juta copy seasean. Karir Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus seiring dengan dirilisnya album pertama. Nike bermain film Kasmaran bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1987 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80an dan awal 90an. Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron.
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Genio berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan E. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.
Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir "In Dead She Soared" atau "Dalam Kematian Dia Bersinar". Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.
Di Sulawesi Barat terdapat pula rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya di rumah makan ini diputarkan lagu-lagu Nike.
Trivia
* Tinggi badan Nike Ardilla adalah 1.68 meter dan berat 47 kilogram.
* Hobi Nike Ardilla adalah musik, berenang, dan badminton.
* Makanan kesukaannya adalah hamburger, mie bakso, jengkol goreng.
* Minuman kesukaannya adalah Coca-Cola, Yogurt.
* Nike mempunya beberapa nama kecil antara lain Nike, Neneng, Keke, dan Amoy.
* Mobil Honda Genio yang dipakai Nike saat kecelakaan berhasil dilelang seharga Rp 100 juta oleh seorang gadis bernama Lia Nathalia yang kini juga menjadi penyanyi.
* Pada acara 40 hari meninggalnya Nike Ardilla diadakan doa bersama di gedung Balai Sartika Bandung pada tanggal 26 April 1995. Acara yang merupakan bagian dari peringatan empat puluh hari meninggalnya Nike Ardilla dihadiri sekitar 200-an tamu undangan, termasuk puluhan artis ibu kota yang khusus datang dengan dua bus besar serta rekan-rekan dari PAPRI dan HAPMI Jawa Barat. Dalam peringatan ini hadir pula keluarga Nike.
* Pada 40 hari itu juga, makam Nike dikunjungi oleh lebih dari lima ribu penggemar.
* Bangunan makam Nike boleh dibilang amat megah. Tak berbeda dengan makam toko-tokoh nasional yang amat penting, makam Nike juga dilindungi bangunan cukup berundak-undak yang terbuat dari beton yang atapnya disangga empat pilar kokoh. Makamnya sendiri seluruhnya dilapis oleh kayu yang khusus di datangkan dari Kalimantan Timur. Makamnya juga di pagari tembok yang penuh tulisan kata-kata kenangan untuk Nike Ardilla, termasuk puisi dan doa-doa dari penggemar.
* Sepanjang karirnya, Nike telah menjual album yang kesemua albumnya mendapatkan multiplatinum, rata-rata terjual diatas satu atau dua juta kopi, kecuali album pertama yang 'hanya' terjual 500 ribu kopi. Bahkan setelah kematiannya terus bermunculan album-album berisi kumpulan lagu Nike Ardilla yang semuanya diperkirakan berjumlah 40 buah album.
* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis Indonesia yang kematiannya selalu diperingati oleh para fansnya. Diluar hal semacam ini terjadi pada Jhon Lennon, Marlyn Monroe, atau Bruce Lee.
* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis dengan penjualan album terbanyak sepanjang masa di Indonesia, data terakhir sudah terjual lebih dari 25 juta kopi album Nike yang terjual, termasuk penjualan di Malaysia dan negara-negara lainnya.
* Nama panggung Nike Ardilla sebelumnya adalah Nike Astrina yang diambil dari nama seniornya, Nicky Astria, Ini karena corak musik keduanya sama dan Nicky Astria juga adalah besutan Deddy Dores
* Video klip sandiwara cinta versi kedua atau lebih dikenal oleh para fansnya sebagai "versi Monroe" adalah video klip terakhir Nike semasa hidup dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Menampilkan Nike yang sekilas terlihat seperti idolanya, Marylin Monroe. Syutingnya dimulai 10 hari sebelum Nike tewas. Video ini sebetulnya belum selesai digarap, namun karena Nike kemudian tewas, Rizal mengubahnya menjadi seperti sebuah video dokumenter Nike sepanjang karirnya. Setelah kematiannya, video klip lagu Nike Ardilla biasanya menampilkan model yang mempunyai mirip dengan dirinya.
* Penghargaan dari PT.POS INDONESIA dengan diterbitkannya kartu pos dan sampul surat peringatan setahun wafatnya Nike Ardilla pada pameran filateli remaja sedunia tahun 1996
* Diterbitkannya prangko Nike Ardilla oleh dua negara bagian Rusia yakni Abkasia dan Tauva tahun 1996 (prangko artis dunia diantaranya Michael Jackson, Madonna, Marilyn Monroe, Elvis Presley).
Prestasi
* Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI - 1985,
* Juara 1 Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung - 1985,
* Juara 3 Golongan Teruna Festival Penyanyi Indonesia,
* Populer Bandung 1986,
* Juara 1 Festival Musik 3 Warna se Jawa Barat - 1987,
* Pemenang BASF AWARD "Bintang Kehidupan" 1990,
* Pemenang BASF AWARD "Nyalakan Api" - 1991,
* Pemenang Asia Song Festival Shanghai China 1991,
* Pemenang BASF AWARD "Biarkan Aku Mengalah" - 1993,
* Pemenang Kaset Emas HDX "Biarkan Cintamu Berlalu" - 1994,
* Promotour Video Music Indonesia Yogyakarta 6 - 9 Oktober 1994,
* Video Klip Favorit VMI Bulanan Lagu Biarkan Cintamu Berlalu,
* Bintang Favorit Dunia Bintang tahun 1994-1995,
* Bintang Favotit Dunia Bintang versi wartawan tahun 1994-1995,
* Peraih Anugerah Emas Malaysia 1995 untuk album Duri Terlindung,
* Video Klip Favorit Tahunan (1994-1995) album Biarkan Cintamu Berlalu,
* Video Klip Terbaik Bulanan album Sandiwara Cinta April 1995,
* ANUGERAH HDX 1996 untuk album Suara Hatiku,
* Musik Mingguan Award 1996 kategori kaset terlaris untuk album Suara Hatiku,
* BASF Award 1996 untuk album Mama Aku Ingin Pulang kategori triple platinum,
* Penghargaan TVRI atas karya Nike Ardilla di belantika musik Indonesia,
* Video Klip Favorit VMI 1997 untuk lagu Panggung Sandiwara,
* Pemenang Kaset Emas HDX untuk Sandiwara Cinta - 1996.
Prestasi bidang model
* Sampul Majalah Sahabat Pena - 1986
* Juara 3 LA Clark Jeans Contest - 1989
* Juara Favorit GADIS Sampul 1990
* Sampul Majalah Populer 1990
* Sampul Majalah Djoko Lodang - 1991
* Sampul Majalah Mangle - 1991
* Sampul Majalah Kartini 1995
* Sampul Majalah URTV Malaysia - 1995
Diskografi
Album solo
* Album Seberkas Sinar 1990
* Album Bintang Kehidupan - 1990
* Album Nyalakan Api - 1991
* Album Matahariku/Izinkanlah - 1991
* Album Biarkan Aku Mengalah 1993
* Album Duri Terlindung 1994
* Album Biarkan Cintamu Berlalu 1994
* Album Sandiwara Cinta - 1995
* Album Mama Aku Ingin Pulang - 1995
* Album Suara Hatiku - 1996
Singles released
* Star Of Life (bintang kehidupan english version) 1992
* Tinggalah kusendiri 1993
* Deru Debu (radio released)
* Cinta Kita 1995
* untuk Apa Lagi 1995
* Biarkanlah 1996
* Cinta Diantara Kita 1997
* Panggung Sandiwara 1997
* Ingin Kulupakan 1998
* Belengu Cinta 2000
Album kompilasi
* Bandung Rock Power 1988
* Gadis Foto Model 1989
* Album Ost Pocong - 1996
* BEST OF THE BEST VOL.1 -1999
* BEST OF THE BEST VOL.2 -2000
* BEST BEAT -2002
Singles soundtrack
* Ost Nuansa Gadis Suci 1992
* Ost Nakalnya Anak Muda 1992
* Ost Aksara Bisu 1992
* Ost Lupus 1992
* Ost Deru Debu 1994
Filmografi
* Kasmaran-1987
* Kabayan Saba Kota-1988
* Gadis Foto Model-1989
* Ricky Nakalnya Anak Muda-1990
* Lupus 4 - 1990
* Kabayan & Anak Jin-1991
* Cinta Anak Muda-1991
* Olga & Sepatu Roda-1992
* Kabayan Saba Metropolitan-1992
* Tiga Kamar Perawan-1992
* Kembali Lagi-1994
* Pocong-1996
Sinetron
* Perkawinan Pilihan - 1990
* Gara-Gara - 1990
* Pelangi Di Hatiku - 1991
* Bunga Kampus 1992
* Sukreni Gadis Bali 1993
* Trauma Marissa 1994
* Ceplas-Ceplos 1994
* Saputangan dari Bandung Selatan 1994
* None - 1994
* Warisan I & II 1995
* Jalur Putih - 1995
* Mentari Di Balik Awan - 1996
* Mutiara Cinta - 1996
wikipedia
Sunday, February 1, 2009
NIKE ARDILA
Posted by
The Creature
at
1:19 AM
0
comments
Labels: lady rocker, rock
Monday, January 26, 2009
OPPIE ANDARIESTA

KETIKA pertama menjelma menjadi artis penyanyi, perempuan ini masih memakai nama dagang, Ovie Ariesta. Sempat mengeluarkan satu single, Satu Malam Saja - album Pop Rock (1990), tapi kurang bergaung. Ketika itu, warna lagu yag diusung masih mengikuti selera pasar, rock. Karena gaung rock waktu sangat kencang.
Sampai akhirnya, cewek yang sempat mampir kuliah di IISIP dan Universitas Gunadarma ini merasa perlu tampil sebagai dirinya sendiri. Lahirlah kemudian Oppie. Dan terbukti, nama aslinya lebih membawa berkah. Buktinya album Cuma Khayalan meledak dan melambungkan cewek yang tampil cuek ini. Lagu yang dihapal dari dewasa sampai anak kecil (belakangan malah diangkat lagi jadi theme song iklan sebuah bank ?red).
Sayang, karirnya sempat tercoreng karena dianggap melecehkan agama. Meski tidak jelas juga, apa sebenarnya yang dilecehkan. Namun, perlahan-perlahan penyanyi bercorak blues ini mampu membangun kepercayaan dirinya kembali. Bersama BOP (bandnya Oppie), ia menjadi vokalis wanita terdepan ditengah maraknya grup musik yang banyak digandrungi remaja.
Cewek yang sudah menikah dengan Bejo nama lokal dari Kurt, lelaki bule asal Jerman?adalah bekas murid Bina Vokalia asuhan almarhum Pranajaya. Ketika masih SMA, dia sempat menjadi ratu di berbagai festival antarsekolah. Di SMAN 26 Jakarta, selain menjadi ketua kesenian OSIS, Oppie bergabung dengan band sekolah. Mereka berlatih di jalan Potlot, markas Slank, yang mempertemukannya dengan pentolan grup itu, Bimbim. Di situ, ia bermusik secara otodidak--awalnya gitar, lalu drum, piano, dan harmonika, hingga akhirnya ia yakin dan berkata, "Saya bisa membuat aransemen sendiri."
Sewaktu menjuarai Pop Singer Vinolia tingkat DKI pada 1990, pemusik senior Bartje van Houten mengajaknya rekaman pada album kompilasi pop rock dalam lagu Satu malam saja. Itulah pengalaman pertamanya dengan menggunakan nama Oppie Ariesta. Dua tahun kemudian, Isti Dary Sophia membawanya ke dunia layar kaca--menyanyi untuk paket acara musik di TVRI.
Lewat debut album Cuma Khayalan (1994), yang sanggup bertengger lama di tangga-tangga lagu tanah air, penampilan Oppie dalam video klip lagu itu menyabet penghargaan video musik terbaik versi Video Musik Indonesia. Pada 1995, ia merilis Bidadari Badung, dan merenggut penghargaan BASF Award serta Golden Award berkat tembang andalannya, Ingat-ingat Pesan Mama.
Di album ketiga Berubah, pengagum James Redfield (penulis buku The Celestine Prophecy) ini melakukan banyak eksperimen. Misalnya, memasukkan musik etnis Minang dan dangdut. Di album itu, Oppie diganjar sebagai penyanyi pop alternatif terbaik versi Anugerah Musik Indonesia 1998 lewat lagu Nanana?. Satu hal yang patut dicatat, sejak album pertama hingga terakhir, Oppie sendiri yang menjadi produsernya. Mulai dari pembuatan lagu hingga proses mixing.
Dalam bermusik, biduanita yang sudah melakukan umroh ini tidak mengikatkan dirinya pada satu jenis aliran musik tertentu. Syairnya dibuat sederhana, seadanya, polos, dan tanpa berbunga-bunga sebagaimana "kultur" musik gank Potlot. Musik sejenis itu pulalah yang tengah berkembang di kancah musik dunia belakangan ini lewat nama-nama The Cranberries, Sheryl Crow, dan Alanis Morissette. Pantas, jika Oppie terpilih membuka konser Alanis Morissette beberapa waktu lalu.
Belakangan aktivitas Oppie tidak sebatas di seputar dunia rekaman dan panggung musik saja, namun sudah merambah ke wilayah publik yang lain. Ia, misalnya, pernah terlibat dengan Ibu Peduli atau Kelompok Visi Bangsa saat bergejolak tuntutan reformasi di Indonesia. Di hari lain, sosoknya muncul dalam sinetron Gen-X karya rumah produksi Avangarde, dan film Kuldesak. Aktivitas layar kaca memang menjadi obsesi penggemar olahraga Yoga dan budaya India ini, salah satunya adalah menggagas program talkshow tentang dunia anak muda--dunia yang membesarkan nama Oppie, barenga dengan Dik Doang sebagai presenter.
Sebagai istri, perempuan yang sering menggunakan kostum unik juga sadar posisi. Toh suaminya yang juga dekat-dekat dengan dunia musik, tak pernah melarangnya untuk teap berkiprah di dunia musik.
tembang.com
Posted by
The Creature
at
3:05 AM
0
comments
Labels: lady rocker, rock
Sunday, January 18, 2009
SYLVIA SAARTJE

Siapakah penyanyi rock wanita pertama di Indonesia? Jawaban yang mendekati dipastikan adalah Sylvia Saartje. Jauh sebelum booming istilah lady rockers di dasawarsa 80-an yang melekat pada sosok, seperti Nicky Astria, Nike Ardilla, Mel Shandy, Ita Purnamasari, Yosie Lucky, Ayu Laksmi, Atiek CB, Lady Avisha, Cut Irna, dan masih sederet panjang lainnya.
Nicky Astria dan kawan-kawan patut berterima kasih kepada Sylvia Saartje yang bisa dianggap sebagai pembuka jalan bagi mencuatnya penyanyi rock wanita. Disayangkan, sosok Sylvia Saartje nyaris tak terdengar lagi kiprahnya. Tak sedikit yang tidak mengenal siapa Sylvia Saartje, wanita berdarah Maluku - Belanda yang dilahirkan 15 September 1957 di Arnhem, Belanda.
Namun, bagi penggemar musik rock era 70-an, Sylvia Saartje yang kerap dipanggil dengan nama kesayangan Jippie, ini, adalah daya tarik sebuah pentas pertunjukan rock yang saat itu didominasi oleh para pemusik lelaki. Bisa dibilang, Sylvia Saartje berlenggang sendirian dalam kancah musik rock Indonesia.
Nuansa Blues
Bayangkan, ketika majalah anak muda terbitan Bandung, Aktuil menggelar pertunjukan beraroma keras bertajuk Vacancy Rock pada 1972, Sylvia tercatat satu-satunya artis wanita yang berjingkrak-jingkrak meneriakkan lagu-lagu rock. Saat itu, ia dianggap pas melantunkan repertoar milik grup legendaris Led Zeppelin. Rasanya hanya Sylvia jualah yang pas menghayati nuansa blues milik almarhumah Janis Joplin.
Bahkan, di tahun 1974 dalam sebuah pertunjukan musik rock di kampus Universitas Padjadjaran Bandung, Sylvia mendapat sambutan luar biasa ketika menyanyikan lagu Pink Floyd dari album Dark Side of The Moon bertajuk 'The Great Gig in The Sky'. Penampilan vokalnya nyaris sempurna. Saat itu secara tidak langsung penonton langsung membandingkan volal Sylvia dengan Claire Tory, artis wanita yang menjadi penyanyi tamu dalam album Pink Floyd.
Dunia Seni
Bakat menyanyi mulai terlihat sejak kecil tatkala Sylvia Saartje aktif tergabung dalam paduan suara gereja. Dalam usia 10 tahun, dia pun telah memberanikan diri mengikuti ajang Bintang Kecil di RRI Malang, Jawa Timur. Sylvia memang memilih musik sebagai pilihan hidup. Ketika berusia 11 tahun, dia mulai diajak bergabung sebagai vokalis band Tornado. ''Saya bergabung dengan Tornado dari tahun 1968 hingga 1970,'' ungkapnya. Di tahun 1970, ia mulai mengukir prestasi dengan masuk sebagai 10 besar finalis Lomba Bintang Radio se-Provinsi Jawa Timur.
Walaupun berkutat dengan musik pop, namun, nurani Sylvia bergelegak dalam pusaran dinamika musik rock. Memasuki dasawarsa 70-an, seniman ini mulai terlihat fokus menyanyikan repertoar rock dengan diiringi sederet grup musik yang berada di Jawa Timur, mulai dari The Gembell's, Bentoel, Avia's, Elfira, Bad Session, Oepet, Arfack Band, dan banyak lagi.
Senia Peran
Di samping memilih jalur musik rock, Sylvia Saartje pun mengembangkan bakat seni peran yang dimilikinya. Pada tahun 1972, sutradara Ostian Mogalano mengajak Sylvia ikut bermain dalam film laga bertajuk Tangan Besi. Pada dasawarsa 80-an, Sylvia banyak terlibat dalam beberapa film layar lebar, di antaranya mendapat peran utama dalam film Gerhana (1985). Selain berakting, dia juga diminta untuk menulis ilustrasi musiknya bersama Buche Patty.
Band Wanita
Di tahun 1976, wartawan Mashery Mansyur berniat membentuk band rock wanita. Lalu menyatulah nama-nama, seperti Sylvia Saartje (vokal), Reza Anggoman (keyboards), Rini Asmara (drums), Senny (bass), Lis April (gitar), dan Lenny (gitar) dalam sebuah band dengan nama The Orchid. Sayangnya, usia grup ini tidak panjang. Setelah dikontrak bermain di beberapa tempat, The Orchid pun dinyatakan bubar.
Setahun kemudian, Ian Antono, gitaris God Bless, menawarkan solo karier bagi Sylvia pada perusahaan rekaman Irama Tara. Saat itu, Ian Antono baru saja sukses menggarap album Duo Kribo di perusahaan Irama Tara. Ternyata album bertajuk Biarawati berhasil sukses di pasaran. Lagu ini sering diputar di berbagai radio swasta di penjuru Nusantara.
Sayangnya, kerja sama dengan Ian Antono hanya berlangsung di album perdana saja. Sylvia Saartje frustrasi, karena album-album solo sesudahnya tidak mampu menyamai sukses album Biarawati. Padahal, album-album solo Sylvia Saartje justru didukung banyak pemusik berkualitas, semisal Jopie Item, Christ Kaihatu, Farid Hardja, Country Jack, Debby Nasution, dan Totok Tewel.
Sejak tahun 1997, praktis Sylvia Saartje memang belum pernah merilis album baru lagi. Tapi, dia terus menulis lagu. Musik memang telah menyatu dalam pembuluh nadinya.
DISKOGRAFI
1. Biarawati - Irama Tara 1978
2. Kuil Tua - Irama Tara 1979
3. Puas - Irama Tara 1981
4. Mentari Kelabu - Irama Tara 1982
5. Ooh! (Irama Tara 1983)
6. Jakarta Blue Jeansku (Irama Tara 1984)
7. Gerhana (Insan Record 1986)
8. Take Me with You (Logiss Record 1994)
9. Berdayung Sampan (SKI 1995)
10. Skali Lagi! (SKI 1996)
FILMOGRAFI
1. Tangan Besi (PT Garuda Film,1972) aktris
2. Barang Antik (PT Kalimantan Film 1983) aktris
3. Gerhana (PT Inem Film 1985) akris/Music Score
4. Kodrat (PT Multi Permai Film 1986) aktris
Republika, Senin 24 September 2007
Posted by
The Creature
at
11:01 PM
0
comments
Labels: lady rocker, rock
Saturday, December 27, 2008
PRISA RIANZI

Nama: Prisa Rianzi
Nama Lengkap: Prisa Adinda Arini Rianzi
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta / 6 Januari 1988
Tempat Tinggal Sekarang : Jakarta
Gitar : Jackson DKMG Arch Top, Jackson USA Randy Rhoads RR1, Fender USA Telecaster Flathead Custom Shop, Ibanez Universe 7-String UV777BK, Martin & Co X series & Fender Strat Eric Clapton
Efek : Boss Reverb RV-2, Tonebone Hot British, Ibanez Tube Screamer 808
Ampli : Mesa Boogie Single Rectifier, Roland Cube 30
Group Band Saat ini : Vendetta
Pengalaman Band : Dead Squad, Zala
Pengaruh Musikal : Lamb Of God, Arch Enemy, Killswitch Engage, Children Of Bodom, Spawn Of Possesion, John Mayer, Tahiti 80, Mae, Dashboard Confessional, Copeland, Jimmy Eat World,
Style Permainan : Metal, Pop
Teknik Favorit : Power Chord, Arpeggio
Prisa pertama kali belajar gitar karena kebetulan. Sewaktu masih SMP, Prisa tinggal di asrama kemudian iseng maenin gitar punya temannya. Gara-gara dimarahin sama yang punya gitar, akhirnya Prisa bertekad balas dendam dengan ikut ekskul gitar. Akhirnya Prisa dan temannya ikut ekskul barengan sambil balapan siapa yang nantinya lebih jago.
Tahun 2005 sampai pertengahan tahun 2006 nama Prisa cukup dikenal di scene underground bersama band metalnya, Zala. Band ini cukup menyita perhatian lantaran isi personelnya cewek semua. Tapi tidak hanya sekedar menjual image saja, skill mereka juga tidak kalah sama band-band cowok. Tahun 2006 bisa dibilang sebagai tahun emasnya Prisa dimana karirnya baik secara pribadi maupun kelompok makin sukses. Secara pribadi, ia terpilih menjadi model untuk portal gitar pertama di Indonesia, Gitaris.com. Ia juga sering disebut sebagai Miss Gitaris.com karena selalu menjadi wakil Gitaris.com di berbagai event dan media. Bersama bandnya, Zala, ia beberapa kali tampil di event metal underground bahkan sampai Java Jazz 2006.
Bulan Juni 2006 kemudian Prisa tergabung dalam band baru bernama Dead Squad. Di band ini ia berpasangan dengan salah satu gitaris dari keluarga Item yang juga merupakan personel Andra & The Backbone, Stevie Item. Kemudian pada bulan Juli Prisa mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan salah satu maestro gitar Indonesia, Eet Sjahranie dalam penampilan Edane di PRJ. Bersama Edane, Prisa tampil membawakan lagu Cry Out dan Kau Manis Kau Ibliz. Selain itu ia juga dikontrak selama 2 bulan sebagai additional gitaris dan backing vocal untuk 'band sejuta copy', Sheila On 7, yang baru ditinggal salah satu gitarisnya. Bersama SO7 sempat tampil di SCTV dalam acara World Cup 2006 dan ikut dalam tour hingga ke Malaysia.
Tahun 2006 Prisa telah memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan akademis dan memilih untuk terjun sebagai musisi profesional. Langkah yang diambil oleh Prisa untuk masuk ke industri musik adalah merilis album solo perdananya yang beraliran pop. Rencananya album tersebut akan dirilis setelah lebaran tahun 2007. Sebelum albumnya dirilis ia terlebih dahulu tampil sebagai 'guest musician' di album ke-2 J-Rocks sebagai vocalis dan gitaris untuk single Kau Curi Lagi. Prisa juga memiliki side project lain yang ia beri nama Morning Star. Morning Star merupakan project iseng lain Prisa diluar album solonya. Hal ini menjadi pembuktian dari Prisa kalau ia juga mahir dalam permainan gitar akustik.
Bulan Juli 2007 Prisa diendorse oleh pihak Jackson Guitars. Ia dikontrak untuk menggunakan gitar Jackson DKMG Arch Top. Sebuah gebrakan yang sangat fenomenal mengingat ia adalah gitaris Indonesia pertama yang diendorse oleh Jackson.
Akhir tahun 2007, Prisa memutuskan keluar dari DeadSquad dan membentuk band metal yang seluruh personelnya wanita. Band itu dinamakan Vendetta. Di band ini Prisa juga sudah mulai memainkan gitar 7-string. Hingga awal tahun 2008 Prisa lebih sering terlihat di tv sebagai bintang tamu dalam sejumlah penampilan band-band papan atas tanah air seperti J-Rocks, Samsons, dan The Titans.
* Data menarik seputar Prisa (2003) Additional vocal dan model video clip Seringai
* (2006 Jan) Terpilih sebagai Miss Gitaris.com
* (2006 Mar) Tampil bersama Zala di Java Jazz
* (2006 Apr) Tampil di harian Kompas 23 April 2006 dalam artikel mengenai Gitaris.com
* (2006 Mei) Talk show (Prisa + Mayzan) di GlobalTV dalam liputan mengenai Gitaris.com
* (2006 Jun) Tampil bersama Sheila On 7 di Panggung World Cup sebagai additional vocal
* (2006 Jul) Tampil bersama Edane sebagai guest gitaris di PRJ (membawakan 2 lagu)
* (2006 Jul) Tampil bersama Abdee Slank dalam sebuah klinik
* (2006 Jul) Model cover majalah Gitar Plus
* (2006 Jul - Ags) Additional gitar+vocal Sheila On 7 (Promo tour album 507) hingga ke Malaysia
* (2006 Ags) Model cover majalah HAI edisi "Sekarang Giliran Anak Metal"
* (2006 Sep) Demonstran (bersama Irvan) untuk produk kabel Analysis Plus selama 4 hari di Balai Kartini
* (2006 Nov) Tampil di majalah Trax edisi 11/2006 di column 'GirlDoYouRock'
* (2006 Des) Duet bersama Mayzan di acara gathering Gitaris.com membawakan lagu Elixir dari Marty Friedman
* (2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel menampilkan Prisa
* (2007 Jan) Majalah Audio Pro menampilkan profil & wawancara Prisa
* (2007 Feb) Gitaris.com di Black In News Trans 7 menampilkan Prisa
* (2007 Mar) Koran Tempo menampilkan profil Prisa.
* (2007 Ags) Tampil sebagai guest vocal + gitar J-Rocks untuk single Kau Curi Lagi
* (2007 Okt) Interview di O-Chanel
* (2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata (Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet Sjahranie, Tohpati, dan Dewa Budjana
* (2007 Des) Bintang tamu di acara Belum Cukup Gede (Trans 7)
* (2008 Jan) Liputan khusus Prisa di GlobalTV.
* (2008 Feb) Guest star dalam penampilan band Samsons
* (2008 Feb) Artikel khusus Prisa sebanyak 6 halaman di majalah HAI
* (2008 Mar) Guest star dalam tur penampilan The Titans di Palembang
* (2008 Apr) Prisa tampil sebagai presenter untuk acara Inbox (RCTI)
Posted by
The Creature
at
2:42 PM
0
comments
Labels: lady rocker, metal, rock
ANGGUN C. SASMI

Anggun Cipta Sasmi atau dengan nama panggilan Anggun, perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974 adalah sosok penyanyi dengan talenta yang sangat luar biasa. Selain kesabaran dan kerendahan hatinya, Anggun juga memiliki sense of music yang sangat tinggi. Anggun Cipta Sasmi berarti "keanggunan yang terlahir dari mimpi" dalam bahasa Bali.
Pada masa kanak-kanak, Anggun sudah memperlihatkan bakat menyanyinya. Saat Anggun berusia 5 tahun, ia berhasil membuktikan talentanya tersebut dengan penampilannya di atas panggung Ancol dan di usia 7 tahun, ia mengeluarkan sebuah album untuk anak-anak, bahkan ia sukses menyusun buku cerita yang juga ditujukan untuk anak-anak. Sebagai penyanyi cilik, Anggun sudah mahir menyanyikan lagu-lagu berbahasa asing seperti "The love of the women", "Oh darling" dan "Mother".
Ayahnya, Darto Singo (alm.) mendidik Anggun kecil dengan penuh kedisiplinan; Anggun dilatih teknik suara perut, suara dada, sampai suara otak. Latihan keras yang dijalani Anggun bahkan mengharuskan kemampuan menahan nafas dalam hitungan menit yang cukup lama, dengan bedak ditangannya sebagai alat pengukur. Namun Anggun menjalani dengan penuh semangat dan motivasi tinggi. Alhasil Anggun cilik menjadi penyanyi dengan kemampuan teknik vokal yang luar biasa. Hal ini membuat kagum musisi senior di jamannya, seperti Willy Soemantri. Selain itu juga Anggun cilik bahkan sudah menguasai 300 lagu berbahasa asing serta menciptakan lagu. Salah satu karya yang ditulisnya berjudul "Aneka Ria". Sungguh suatu kebanggaan luar biasa bagi keluarga, dan siapapun yang mengenalnya.
Kesuksesan Anggun dikancah musik tanah air, membuat Indonesia dan masyarakatnya bangga terhadap Anggun. Menengok sejarah bermusik Anggun, kita masih diingatkan pada beberapa albumnya seperti Dunia Aku Punya (1986), Tua-Tua Keladi (1990), Anak Putih Abu-Abu (1991), Noc Turno (1992), dan Anggun C. Sasmi, lah! (1993). Sederet album yang menjadi bukti terciptanya julukan "Lady Rocker" untuk Anggun.
Tidak hanya sampai disitu, mimpi besar Anggun adalah eksis dan menjadi penyanyi berkaliber internasional. Tanpa gembar-gembor dan tanpa press conference, Anggun mewujudkan mimpinya itu dengan mengambil keputusan besar; meninggalkan Indonesia yaitu pada tahun 1994. Adalah Erick Benzi, salah satu produser terkenal di Paris - Prancis yang juga berhasil mencetak Celine Dion, yang akhirnya bertemu Anggun. Dari situlah Anggun bergabung dengan label rekaman Sony Music Prancis. Album perdananya diliris dengan judul Au Nom de la Lune atau Snow On the Sahara pada tahun 1997.
Nama Anggun meroket seketika. Album ini laku keras di pasaran Eropa bahkan berhasil menembus pasar Amerika yang menjadi barometer musik dunia. Album debut ini terjual ribuan copy, tidak hanya di Prancis dan kawasan Asia, tapi juga di banyak negara Eropa; seperti Belgia, Italia, Switzerland, dan negara-negara lainnya.
Bukti kesuksesan ini terwujud dengan diraihnya penghargaan atas angka penjualan album Anggun, yakni Double Gold di Prancis, Double Platinum di Italia, Gold di Singapura, Gold di Switzerland, Platinum di Malaysia, dan Triple Platinum di Indonesia, juga sukses yang luar biasa di Amerika; album Anggun terjual sebanyak lebih dari 200.000 copy. Ini yang mencatatkan Anggun sebagai artis pendukung dalam tour bertaraf internasional, Lilith Fair yang melibatkan artis kenamaan lainnya seperti Sarah McLachlan dan Erykah Badu.
Tahun 1998, album internasional Anggun kedua lahir dengan judul Désirs Contraires atau Chrysalis (versi berbahasa Inggris untuk pasar internasional) dan lagi-lagi Anggun meraih sukses atas penghargaan Gold di Italia, Platinum di Prancis, Double Platinum di Indonesia, serta Multi Platinum di beberapa negara luar Asia. Bahkan single berjudul "Still reminds me" menduduki Top 5 dalam The Music & Media Europe Brokers Breakers Charts.
Rangkaian jadwal keliling dunia sudah banyak Anggun lalui, diantaranya World Music Award, MTV Music AWARD, TOP OF THE POPS, SILVER SCREEN AWARD, WOMEN INSPIRE AWARD, juga berjumpa dengan Paus Paulus II di Vatikan untuk konser spesial di hari Natal.
Anggun menjadi kebanggan tersendiri bagi Indonesia, Prancis, dan kebanggan dunia pada umumnya. Hal ini dibuktikan dengan kembali diraihnya beberapa penghargaan, termasuk pada The International Exhibition of the Music Industry di Miden, penghargaan khusus dari menteri kebudayaan Prancis, dan Diamond Award untuk angka penjualan albumnya yang mencapai 1,5 juta copy di luar Prancis.
Prestasi Anggun terus dan terus berlanjut. Anggun ikut berpatisipasi dalam pembuatan soundtrack dua film besar di Skandinavia, yaitu Anja & Victor dan Open Heart. Anggun kembali meraih prestasi cemerlang karena film Open Heart masuk dalam nominasi lagu terbaik pada ajang Danish Film Award 2003.
Anggun sempat berduet dengan rock star berkebangsaan Italia bernama Piero Pelu dalam "Amore Imaginato", lagu tersebut berhasil menduduki peringkat 1 pada The National Italian Airplay Charts selama 2 bulan berturut-turut. Selain itu, Anggun ikut ambil bagian pada proyek amal Gaïa bersama Midnight Oil, Zucherro, Cesare Evoria, dan penyanyi kenamaan lainnya.
Tahun 2005, Anggun ditunjuk PBB sebagai Spoke Person of Microcredit (program kredit usaha kecil untuk negara berkembang). Selain itu, Anggun terpilih sebagai brand ambassador pada produk Audemars Piguet. Kini, Anggun kembali datang dengan 'tampilan' yang semakin bercahaya bak Luminescence (cahaya yang bersinar terang-red.), album terbaru Anggun dengan hits single : "In your mind", "Undress me", "Savior" (OST Transporter II), "I'll be alright", dan "Crime". Kesuksesan “Konser untuk Negeri” yang digelar di 3 kota besar tanah air, yakni Jakarta, Medan dan Bandung membuat nama Anggun semakin diperhitungkan di dunia musik. Publik internasional pun menikmati album ini, Luminescence dirilis pula di Prancis. Italia, Belgia, Switzerland, Indonesia, Malaysia, Singapore, Yunani, Thailand, Kanada, Uni Emirat Arab, Jerman, Austria, Skandinavia, Belanda, Polandia, dan Jepang. Dari angka penjualannya, tercatat Platinum di Prancis, Gold di Italia, Gold di Switzerland, dan Double Platinum di Indonesia.
Terakhir, wujud apresiasi Indonesia terhadap karir dan prestasi Anggun diungkapkan melalui Anugerah Musik Indonesia (AMI) dalam nominasi tunggal Best International Artist pada akhir tahun 2006 serta sebuah album kompilasi khusus bertajuk "Best-Of" yang berisi lagu-lagu terbaik plus tiga lagu klasik berbahasa Indonesia milik Anggun; "Mimpi", "Bayang-Bayang Ilusi", dan "Takut" yang dinyanyikan ulang dengan iringan musik Andy Ayunir dan Grup Orkestra Saunine. Pada tahun 2007, album ini juga dirilis di Italia dengan track list yang sedikit berbeda.
Posted by
The Creature
at
12:47 AM
0
comments
Labels: classic rock, lady rocker, rock
MEL SHANDY

Mengawali karir sebagai penyanyi rock sejak usia belasan tahun ini memang kerap mengikuti ajang festival. Diantaranya pernah menggondol juara Lady Rockers se-Jabar (1986). Bersama grup Rons Adam, Mel duet dengan Lady Avisha sempat mengikuti Festival Rock se-Indonesia IV (1987), tapi kandas di semi final. Tapi sosok penyanyi bertubuh mungil ini menarik perhatian Log Zhelebour, yang kemudian mengajak rekaman, dan melahirkan album Biangala (1989). Sebelumnya Mel sudah bikin album berjudul Gacoan (1986), sayang gaungnya tidak terdengar.
Baru di album Bianglala garapan Jockie Soeryoprayogo, dengan hits -nya Bianglala dan Ulah Tuan dan Nona, nama Mel Shandy langsung mengorbit dideretan lady rockers papan atas, macam Nicky Astria, Anggun C Sasmi, dan Ita Purnamasari. Album ini sekaligus menandai awal perjalanan Mel sebagai lady rockers ke puncak popularitas.
Dalam kiprahnya di musik, penyanyi kelahiran Bandung, 26 September 1971, bernama Melinda Susilarini ini tergolong konsisten menggeluti jalur rock. Selain lantang meneriakan lagu-lagu rock, Mel juga dikenal sebagai qoriah. Dan nama Mel Shandy sempat menjadi satu-satunya lady rockers andalan Logiss Records. Setelah merilis album Komar (1999), namanya kurang banyak lagi terdengar di panggung rock.
Di bawah bendera Logiss Records, Mel sudah melahirkan sejumlah album dan single, yang musiknya ditangani Jockie S, Teddy Sujaya, dan Azis MS. Albumnya antara lain: Bianglala, Nyanyian Badai, Biang Keladi, Ngeri (bersama Metal Boyz), dan Komar (1999). Sedang single -nya,Halusinasi, Takdir, Angin Malam, Nyanyian Janji, Gejolak Hati
www.logissgroup.com
Posted by
The Creature
at
12:13 AM
0
comments
Labels: classic rock, lady rocker, rock
Thursday, December 25, 2008
NICKY ASTRIA

Mencari penyanyi rock cewek yang berkelas memang tidak gampang. Itu yang dirasakan Log Zhelebour, produser spesialis rock yang juga bos Logiss Records. Sejak promotor rock ini terjun menggeluti dunia rekaman baru Mel Shandy satu-satunya lady rockers yang bernaung dan sekaligus jadi andalan Logiss Records. Setelah era Mel, Log belum ada lagi lady rockers yang masuk jajaran Logiss Records. Lalu dirangkullah Nicky Astria yang hingga kini tetap bertahan dan masih eksis dengan melahirkan album Kemana? (2003).
Bisa dibilang bahwa penyanyi yang saat ini dimanajeri Log Zhelebour, merupakan satu-satunya lady rockers yang konsisten dan tetap eksis di jalur rock. Di saat banyak penyanyi-penyanyi yang menyandang predikat sebagai lady rockers bergeser ke pop, justru Nicky semakin memperkokoh posisi dan eksistensinya sebagai lady rockers papan atas yang belum tersaingi.
Penyanyi kelahiran Bandung, 18 Oktober 1967, ini bernama asli Nicky Nastiti Karya Dewi yang kemudian lebih dikenal sebagai Nicky Astria. Talenta Nicky pertama kali ditemukan pemandu bakat Denny Sabri. Ia kemudian ditampilkan dalam Konser Rally Rock Jakarta-Bandung di Kartika Chandra, 1983. Saat itu Nicky sudah punya band sendiri, The Rooners. Hal ini kemudian mengantarnya ke dunia rekaman lewat debut album Semua Dari Cinta (1984). Meski dari segi pasar hasilnya kurang memuaskan, tapi setidaknya album ini sudah menjadi tonggak awal perjalanan karir Nicky Astria menuju puncak sukses.
Baru di album berikutnya yaitu Jarum Neraka (1985) yang musiknya digarap Ian Antono (gitaris God Bless) mencetak sukses besar di pasaran, terjual di atas 250 ribu kaset. Bahkan album ini disebut-sebut sebagai album rock Indonesia pertama yang mampu mendobrak angka penjualannya menyaingi pop. Sekaligus menempatkan album ini sebagai album rock terlaris di ajang BASF Awards 1985. Disusul oleh album-album berikutnya seperti Tangan-Tangan Setan (1986) dan Gersang (1987). Lagi-lagi album ini mendapat penghargaan album rock terlaris di BASF Awards, sebuah ajang pemberian penghargaan bagi insan musik Indonesia yang digelar oleh perusahaan pita kaset BASF. Kesuksesan demi kesuksesan yang diraihnya akhirnya mengantarkan dan melambungkan Nicky Astria sebagai lady rockers papan atas.
Namanya raib dari percaturan dunia musik setelah menikah dengan Satria Kamal pada tahun 1992. Pada saat mengumumkan rencana pernikahannya dalam sebuah jumpa pers, Nicky juga sekaligus mengumumkan pengunduran dirinya dari bilantika musik rock.
Selama tenggelam dalam aktivitas rumah tangga, Nicky tidak sepenuhnya mampu mengalihkan perhatiannya dari dunia musik. Akhirnya kerinduannya akan musik rock pun tak tertahankan lagi. Pada tahun 1992 meluncurlah album Negeri Khayalan ciptaan Pay. Lagi ini sekaligus memperlihatkan babak baru bagi karir Nicky Astria. Sebagai penata musik, Pay lebih menitikberatkan pada beat yang komunikatif. Nicky Astria pun tampil modern
Hingga kini Nicky Astria sudah merilis tak kurang dari 17 album dan single, seperti Semua Dari Cinta (1984), Jarum Neraka (1985), Cinta di Kota Tua (1985), Tangan-Tangan Setan (1986), Gersang (1987), Panggung Sandiwara (1989), Bias Sinar (1990), Gelombang Kehidupan (1990), Matahari dan Rembulan (1991), Rumah Kaca (1992), Gairah Jiwa (1994), Mengapa (1997), Suka (1998), Jangan Ada Angkara (1999), 1 Jam bersana Nicky Astria (1999), Samar Bayangan (2000) dan Kemana (2003). Serta beberapa single lagu keroyokan, seperti Rock Kamanusiaan (bersama Achmad Albar, Ikang Fawzi, Anggun C Sasmi, Renny Jayoesman, Gito Rollies, Iwan Fals dan Ian Antono), Jangan Beda Kami (bersama Achmad Albar & Ikang), Jangan Ada Luka (duet dengan Achmad Albar).
Diskografi
Album
* 1984 - Semua Dari Cinta
* 1985 - Jarum Neraka
* 1985 - Tangan Tangan Setan
* 1986 - Gersang
* 1987 - Bias Sinar
* 1988 - Matahari dan Rembulan
* 1989 - Bidadari
* 1990 - Jangan Bedakan Kami bersama Pakarock
* 1991 - Gelombang Kehidupan
* 1992 - Rumah Kaca
* 1993 - Gairah Jiwa
* 1995 - Negeri Khayalan
* 1996 - Jangan Ada Luka
* 1998 - Kau
* 1999 - Suka
* 1999 - Jangan Ada Angkara
* 2003 - Kemana? (Logiss Record)
Singel Album
* 1989 - Cinta Di Kota Tua
Album Terbaik
* The Best Of Nicky Astria
Posted by
The Creature
at
8:13 PM
0
comments
Labels: classic rock, lady rocker, rock


