ROCK ADALAH SEMANGAT!! ROCK ADALAH PEMBERONTAKAN!! ROCK BUKAN HANYA SEKEDAR BEAT RHYTEM ATAU MELODI. TETAPI LEBIH DARI ITU, ROCK ADALAH JALAN HIDUP!!!

Sunday, February 8, 2009

SPEEDKILL


Sekelompok pemuda yang lahir dan besar dari tongkrongan komunitas di daerah Taman Surapati Jakarta. Mereka memiliki selera musik yang sama hingga akhirnya memutuskan untuk membentuk band pada tahun 2004. Dengan formasi Unbound [Vokal], Afri [Gitar], PJ [drums], Ogie [Gitar], Anggi [Bass], Speedkill menyebarkan virus rock/metal era '80-an dengan komplikasi yang akut pada injeksi thrash dan hardcore. Rasanya Beavis & Butthead akan melompat-lompat kegirangan jika sempat mendengar singel Parade Kanibal Utopis dan John The Bronx yang ada di channel MySpace milik Speedkill.

Mengusung kaidah rock/metal secara keras dan agresif. Bersama kecepatan dan gejolak distorsi yang membunuh. Memadu-kasihkan sound thrash kuno dan senyawa beat hardcore. Coba bayangkan saja Kreator's Mille Petroza dalam sesi audisi bersama Municipal Waste di studio musik murahan yang berdebu.

Mereka mengaku cukup terinspirasi oleh AC/DC, Cryptic Slaughter, Pavement, Motorhead, The Accused, Nuclear Assault, Zeke, Saint Vitus, Circle Jerks, sampai Ratos de Porao. Setelah malang melintang dari berbagai panggung lokal, akhirnya Speedkill berhasil merilis debutnya yang bertajuk Metallium A.D [Derai / Parau] di pertengahan tahun 2007. Proses rekaman dilakukan di Doors studio, Jakarta. Dodi [Komunal] ikut menjadi cameo di satu lagu. Tiga-perempat nama personil Seringai juga terlibat memproduseri album mereka. Dan Metallium AD akan dijadikan bukti bahwa Speedkill memang tidak terlalu muda untuk menggemari musik thrashmetal.

Band yang tergolong muda dan 'pemarah'. Menghentak adalah gambaran singkat live show mereka. Aksi Unbound dkk memang dikenal cukup cemerlang di panggung.

apokalip.com

Read More......

CHILHOOD TRAUMA


Kalau mereka sendiri menyebutnya aliran psycho core. Sebagai gambaran, bayangkan campuran dasar-dasar musik hardcore/metal yang agresif dengan break parts yang sarat elemen jazz, fusion hingga funk. Skill tehnis yang cukup istimewa. Setiap instrumen sangat padu. Hasilnya aransemen yang chaotic dan cenderung math-rock. Memang tidak sederhana, tapi cukup menyegarkan.

Band dengan formasi Yunus [vokal], Topan [gitar], Kadek [gitar], Galih [drum], Firman [bass] ini, terbentuk sejak bulan Maret 2006 di kota Malang. Setiap personil CT mengaku memiliki latar belakang dan selera musik yang berbeda. Sebagian bahkan mengaku lahir dari entitas irama musik alternatif rock dan nu-metal. Suatu saat anak-anak muda ini tertarik pada genre musik yang lebih keras dan bertenaga. Mereka lalu menjual jiwanya kepada agresifitas hardcore dan kemegahan metal.

Pada akhir 2006 mereka merekam singel berjudul Depresi yang mendulang respon hangat meski hanya disebar untuk kalangan sendiri. Lagu ini punya sesi free-jazz yang cukup mencuri perhatian. Tidak berselang lama, CT merilis demo singel yang kedua, Tersesat Dalam Maya. Nomor ini lebih panjang durasinya dan terdengar makin chaotic. Masih diselipi jazz-parts, plus tambahan suara vokal latar perempuan. Itu mungkin yang bikin musik mereka terdengar unik serta punya karakter berbeda dibanding band sejenis.

Kelompok yang sempat membuka tour Burgerkill di Malang ini hadir sebagai opini baru dalam kecenderungan metallic hardcore yang cenderung tipikal. "Kami ingin mengenalkan warna musik yang kami rasa bisa memberikan nuansa baru di scene underground," tulis mereka dalam profilnya.

Awalnya band ini tidak terlalu dikenal di scene lokal. Begitu mereka menyebarkan demonya ke publik, nama CT mulai sering dibicarakan dan rajin mangung di sejumlah gigs cadas.

apokalip.com

Read More......

STRAIGHT OUT


Pasukan metal yang digawangi oleh Demise [vokal], Pipinx [gitar], Danny [gitar], Sonny [bass], Beni [drum], Mela [keyboard], Rebecca [vokal latar] ini mempersembahkan
komposisi epik metal yang kelam, cepat dan juga megah. Memuat progresi nada yang agresif, serta fill-in dan melodi yang kritis. Antara sayatan gitar yang tebal mendalam serta teriakan vokal yang menggeram. Terkadang dinetralisir oleh denting pilu suara piano, koor keyboard dan alunan gundah vokal feminim.

Di awal karirnya, band yang terbentuk sejak 1998 ini masih memainkan hardcore beraroma metalik ala Earth Crisis dan Strife. Seiring dengan waktu dan suksesi personil, Straight Out mulai terjerumus ke lembah metal terdalam serta terpengaruh oleh musik Hamartia, Dead Blue Sky, Arch Enemy, The Black Dahlia Murder, Iron Maiden, dan Cradle of Filth.

Pada bulan April 2004 Straight Out merilis debut album bertitel Undying Beauty and the Symphony of Sadness [Blue Sky records]. Album yang bekerjasama dengan Dislexia records [M'sia] dan situs distribusi online Interpunk.com itu terjual hingga 2000 kopi. Rekaman itu pula yang mengantarkan Pipinx dkk ke berbagai pentas musik di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, dan Surabaya.

Di awal tahun 2005, mereka bikin split-album dengan band hardcore asal Jepang, Endzweck. Disusul kemudian perjalanan mini-tour bersama Cassandra [Malaysian metalcore] di pulau Jawa. Selama karirnya, Straight Out sudah ikut dalam empat proyek kompilasi, dan satu kompilasi video bertajuk Mosh Hard Fest [2006].

Jika dicermati, latar belakang personil Straight Out yang lintas genre dan serba bisa itu memang unik sekali. Drummer Beni sampai sekarang masih memperkuat band new wave ternama, The Upstairs. Penyanyi latar Rebecca Theodora juga sempat mengisi line-up The Upstairs dan Goodnight Electric. Demise dulunya vokalis kelompok deathmetal, Sadistis. Danny adalah bekas personil Perfect Minor, dan Mela beberapa kali jadi additional player untuk band indiepop, The Sastro.

Di akhir tahun 2006, Straight Out mulai kembali masuk studio rekaman di Jakarta. Proses akhir rekaman mereka sempat mengalami kendala akibat bencana banjir yang melanda ibukota. Barulah kemudian di bulan September 2007 mereka berhasil merilis album kedua Forsaken Upon Nemesis [Blue Sky] yang berisi duabelas materi terbaik.

Aksi panggung Straight Out terkenal panas dan cukup menarik perhatian. Pipinx dkk sungguh enerjik dan atraktif di atas stage. Mereka kerap mengayun, memutar, ber-crowd surfing, bahkan membanting instrumennya ke lantai panggung. Kemampuan teknikal ala virtuoso yang disertai seni akrobatik itu bikin performa Straight Out layaknya sirkus metal yang sulit dilupakan.

apokalip.com

Read More......

Tuesday, February 3, 2009

ANORMA


Band ekstreem metal asal kota Apel ini di gawangi oleh Fahri [gitar], Sahery [gitar], Cupred [bass], Sigit [vokal], Eko [drum].

Musik keras yang kental dengan harmonisasi ala swedish-metal adalah ciri khas mereka. Sound gitar yang agak mentah dan kasar, yang sangat mengingatkan pada Entombed atau Dismember. Tempo drumming yang baik dan terkesan megah. Sarat melodi sehingga terdengar nyaman di telinga para pencinta musik cadas. Tipikal sound Gothenburg dengan ramuan khas berbagai substansi metalik.

Grup band Anorma lahir sejak tahun 1998 di kota Malang. Pada panggung pertamanya, mereka masih mengusung jenis musik gothic-metal seperti Cradle of Filth atau Emperor. Dalam perjalanan hingga tahun 2001, Anorma mulai meramu elemen musik metal, rock dan industrial. Singel pertama mereka adalah Bagai Dewa [2001] yang mencampur nuansa metal dengan industrial-rock seperti yang biasa dimainkan Koil atau Rammstein. Sigit dkk juga sempat membuat video-klip independen untuk nomor ini. Hingga tahun 2005, mereka telah berhasil menulis beberapa materi singel, seperti misalnya Mata Air, Restorasi, Tersudut, Pelangi Hitam, atau Dead End Syndrome. Sebagian besar materi lagu itu masih identik dengan slide metal plus industrial mixed.

Barulah pada tahun 2006 Anorma seperti menemukan formula musik yang pas dengan menciptakan track hits seperti Burning Lips dan Killer On the Dance Floor. Sejak itu Sigit dkk mulai mantap dengan pilihan musiknya dan makin giat manggung di beberapa gigs lokal.

Pada pertengahan tahun 2007 mereka sempat kehilangan drummernya, dan musti bermain dengan bantuan drum-programming di sejumlah pentas. Untung kondisi itu tidak berlangsung lama. Mereka lalu dibantu oleh seorang 'mesin drum bernyawa' yang cukup kesohor, yaitu Eko dari kelompok Antiphaty, Extreme Decay dan Keramat. Single-single mereaka seperti The Flame of Blame, Let's the Killing Begins, hingga Red Storms Rampage menjadi senjata andalan mereka untuk merobek genderang telinga anda.

apokalip.com

Read More......

SERIGALA JAHANAM


Sergala jahanam meghadirkan komposisi musik metal yang lain dari biasanya. Di luar zona kenyamanan metal pada umumnya. Anggap saja sebuah metal yang malas, karena temponya yang pelan dan berat dalam atmosfer gelap. Boleh juga disebut dengan nama sludge metal atau drone metal. Kebanyakan justru menyebut musik seperti ini pasti bagian dari klan post-metal.

Formasi dari Serigala jahanam adalah Dede [vocal & everything], GI Joe [live guitar], Lord Herm's [live bass & rock juicer], Is Suck [live bass], Dip-O-Rollins [live drum]

Serigala Jahanam adalah proyek metal alter-ego dari Dede yang dibentuk di pinggiran kota Bandung pada akhir tahun 2005. Awalnya band ini merupakan trio grindcore/fast-hardcore/heavy-punk yang sempat bikin rehearsal demo-tape di tahun 2005. Hingga akhirnya Dede dkk mulai agak jenuh dan ingin mencoba bereksperimen dengan sesuatu yang baru. Lahirlah kemudian konsep musikal baru dari Serigala Jahanam.

Mereka memainkan musik metal yang diolah dengan bermacam elemen nada avant garde, kontemporer, etnik-tribal, post-rock, ambient, drone, hingga noise-art. Sejak tahun 2006 mereka merekam materi musiknya secara independen di garasi kamar. Akhirnya di awal tahun 2008 Serigala Jahanam berhasil merilis album versi digital bertitel Ketika Pria Memakan Wanita, Ketika Wanita Memakan Pria di bawah netlabel terkemuka asal Jogja, Yes No Wave Music. Rekaman ini mengantarkan sejumlah tembang unik, termasuk singel Astral Altar. Dalam versi CD yang mereka rilis sendiri, album itu memiliki dua bonus track, Lembah Biru serta Dalam Dan Beku.

apokalip.com

Read More......

Monday, February 2, 2009

MOSES BANDWIDTH


Pembentukan Moses Bandwidth bermula ditahun 2003, ketika itu LaVey yang sedang melanjutkan studi kuliahnya di kota Bandung, tertarik terhadap berbagai jenis musik Progressif yang bernuansa metal. Namun pada akhirnya kakaknya memperkenalkan dia kepada sebuah genre yang bernama Gothic Metal, Sejak saat itulah kemudian LaVey seakan jatuh cinta pada jenis musik ini, dan mencoba untuk mendapatkan berbagai Informasi dan referensi mengenai Gothic Metal

Active ImagePada akhir tahun 2004, LaVey mencari orang yang mempunyai visi dan misi yang sama dengan dia, untuk membentuk sebuah band Progressif, namun ia menyadari sepenuhnya bahwa sangatlah sulit untuk mencari orang disekitar yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap musik Metal. Setelah lama mencari tanpa hasil, dia kemudian berinisiatif untuk membuat berbagai materi lagu yang seluruh pengerjaan musiknya dilakukan oleh sendiri dan akibatnya, masalah baru pun timbul ketika Ia harus mendapatkan seseorang untuk mengisi vocal.

Tak lama kemudian ia menghubungi female vocal bernama Riska Elfira serta Chris Bobby (Drummer) yang merupakan teman sekelasnya dibangku kuliah sekaligus merupakan anggota Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma) UNISBA mempunyai karakter vocal yang cocok dengan "Moses Bandwidth". Sekitar bulan Maret 2005, "Moses Bandwidth" telah merampungkan sebuah single pertamanya berjudul "Selangkah Menuju Surga" yang proses recordingnya dilakukan secara profesional di MMS Studio, Indramayu.

Akhir 2005 Moses Bandwidth mengontak Steven Jozeph untuk bergabung sebagai Bass player dan segera merilis album pertama “Behind The Darkness” yang diproduseri oleh Budi Santet dari Master Of Disharmony Records. Tour promo album pertama diawali pada kota Purwokerto, Dimmy yang merupakan Gitaris Elmeod langsung mengisi posisi aditional gitar

Pada pertengahan tahun 2006 Band Moses Bandwidth kembali masuk studio untuk merekam materi album kedua yang bertitle “Renaisaance” setelah sekitar lima bulan proses recording, Renaisaance dirilis oleh Inviolable Music yang diproduseri oleh Bob Wendo, Single hits Falling Down segera dipublikasikan ke berbagai media, promo tour album kedua mencakup berbagai kota jawa tengah seperti Semarang, Cilacap, dan sekitarnya.

Ditahun 2007 line up ini menyelesaikan pre production untuk album ke 3 yang bertitle Arabian Dreams With The Final Requiem yang dirilis oleh RA Production, serta menyiapkan tour promo sepanjang tahun 2007 untuk mendukung penjualan album

gemuruh.com

Read More......

TREMOR


TREMOR adalah sebuah band bergenre thrash metal yang sebelumnya bernama Black Thirteen. Band ini dibentuk oleh iik (Lilik Wardiandi) yang merupakan eks.vokalis sekaligus gitaris dari band thrash metal papan atas Indonesia yaitu BETRAYER. Keluarnya iik dari Betrayer tersebut mendorong niatnya untuk tetap eksis mengibarkan bendera metal di Tanah air dengan band barunya TREMOR.

Band ini dibentuk pada awal 2007, dengan nama Black Thirteen. Pada saat itu iik mengajak beberapa orang kawan untuk memperkuat Black Thirteen yaitu Reza “Castigation” (Guitar), Rendhy “Deadsilence” (Bass), dan Johan “Castigation” (Drums) sedangkan posisi vokal dan rythym gitar tetap dipegang oleh iik. Black Thirteen muncul untuk pertama kalinya didepan publik pada acara BLOOD BROTHERS pada bulan oktober 2007 di sebuah cafe/resto di daerah Bulungan, Jakarta Selatan.

Pada pertengahan Juli 2007, Black Thirteen resmi berubah nama menjadi TREMOR. Konsep musik TREMOR banyak dipengaruhi oleh band-band metal dunia seperti Kreator, Slayer, Necrodeath, Demolition Hammer, Megadeth, Metallica, Motorhead, dll.

dapurletter.com

Read More......

DIVINE


Divine dibentuk pada Januari Tahun 2001 oleh Ucokkk di Jakarta Nama Divine diambil dari salah satu judul lagunya Korn Formasi awal Divine adalah Ucokkk, Bimi, Ino, Indra Pada pertengahan Tahun 2004,Divine ikut kompilasi Strip Hitam(Apresiasi Untuk Perjuangan HAM Indonesia) Divine menyumbangkan 1 lagu “Jangan Tindas, Jangan Bungkam dengan vokalisnya waktu itu Jimmy. Setelah kompilasi Strip Hitam rilis, Jimmy mengundurkan diri Kemudian Divine ketemu vokalis baru namanya Indra,dan dibulan Oktober Tahun 2005, Divine ikut kompilasi Revolution Of Sounds(ZR/SONY BMG) Divine menyumbangkan lagu ‘Humanorphia’. Dengan formasi Ucokkk, Bimi, Ino, Indra, Divine merilis ‘Relevasi’ (EP) mini album (5 lagu) dan hanya CD (enhanced) yang hanya dijual didistro2 di Jakarta dan Toko Buku Aksara.

Pada bulan April Tahun 2007 Divine dengan formasi baru Ucokkk: gitar, Indra: vokal, Ino: drum, Ben: bas mulai mengumpulkan materi lagu untuk bahan album pertama Divine.Dengan merubah total konsep musik Divine dari groove metal menjadi Thrash Metal. Di awal Juli Tahun 2007, Divine mulai merekam lagu2nya sampai pada bulan Mei Tahun 2008.

Melalui label Kejam Recods pada bulan Agustus Tahun 2008, Divine merilis album pertamanya yang berjudul ‘Anger Thy Giveth’ yang berisikan 12 lagu dengan warna musik Thrash Metal…!!!

Discography:
2004 Kompilasi Strip Hitam
2005 Kompilasi Revolution Of Sounds 2006 Relevasi (Ep)
2008 Anger Thy Giveth

dapurletter.com

Read More......

Sunday, February 1, 2009

GONG 2000


Kelahiran Gong 2000 sendiri nggak terlepas dari peran istri Ian Antono, Titiek Saelan yang mendorong suaminya membentuk semacam komunitas musisi yang dinamakan Bengkel Musik Gong. Komunitas ini dimaksudkan untuk membenahi kondisi musik di Indonesia, khususnya rock, dan sekaligus mencari solusi bagi musisi muda berbakat di jalur rock. Namun, yang bergabung dalam bengkel musiknya bukan hanya para dari jalur rock, melainkan juga para musiskus jazz, seperti Mates (bas), Indra Lesmana (kibor), Gilang Ramadhan (drums), bahkan tercatat pula Yuke Semeru, basis asal Bandung. Gong 2000 juga nggak hanya berkolaburasi dengan grup tapi juga para musisi dan penyanyi solo macam Nicky Astria, Ikang Fawzi, Iwan Fals, Gito Rollies dan Hari Moekti .Pilihan vokalis jatuh pada Ahmad Albar karena dia dianggap vokalis terbaik dan paling tepat untuk Gong 2000 pada masa itu.

Formasi Inti dari Gong 2000 terdiri dari Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Hary Anggoman (keyboard), dan Yaya Muktio (drum). Bisa dikatakan bahwa Gong 2000 adalah miniatur dari God Bless karena sebagian besar personilnya adalah juga personil God Bless.

Gong 2000 membawakan musik yang bernuansa ketimuran. Tembang Bara Timur bisa jadi contoh, karena dalam lagu ini, Gong 2000 menonjolkan nada pentatonik daerah Bali. Gong 2000 memang tidak bisa lepas dari God Bless. Dalam album pertama Gong 2000 masih terselip lagu God Bless, Anak Adam dan Sodom Gomorah yang termuat dalam album Cermin. Bedanya, dalam album Gong 2000 temponya lebih lambat dari versi aslinya.

Pada tanggal 26 Oktober 1991 di Parkir Timur Senayan Gong 2000 menggelar konser perdananya, yang memuaskan sekitar 100.000 penonton dengan peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt. Konser ini menjadi salah satu konser rock terbesar di Indonesia pada jamannya.

Setelah 9 tahun berkiprah di bilantika musik rock Indonesia, Gong 2000 memutuskan untuk bubar. Gong 2000 memang sudah hidup segan mati tak mau. Terakhir mereka manggung pada acara malam tahun baru 2000 di Bali bersama Slank. Setelah itu namanya bagi hilang ditelan bumi. Menurut Ian Antono, pentolan Gong 2000, alasan pembubaran Gong 2000 karena krisis yang melanda tanah air mengakibatkan sulitnya mengadakan pagelaran rock yang memadai. Baginya pertunjukan rock tanpa tata suara yang memadai bukanlah rock. Ian pun juga mengaku kalau mereka terjebak ke dalam industri rekaman. Padahal dulu mereka sepakat membuat Gong 2000 hanya sebuah wadah bengkel musik.

Konser pamungkas Gong 2000 diadakan pada akhir tahun 2000, 31 Desember di pantai Bende, Ancol, Jakarta Utara, menampilkan bintang tamu Amy Search, Ikang Fawzi, /rif, EdanE, dan beberapa musisi rock ternama lainnya. Dihadapan 5000 penonton dan dihiasi tata lampu 800 ribu watt serta tata suara 160 ribu watt, Gong 2000 membubarkan diri.

Diskografi:
* Bara Timur - 1991
* Gong Live - 1992
* Laskar - 1993
* Prahara - 1998

Read More......

PERPETUAL DISHARMONY BAND


PEDIH (Perpetual Disharmony), Berawal dari keinginan membentuk grup dengan warna dan corak musik extrim metal, pada tahun 2000 di kota Jakarta terbentuk sebuah band yang terdiri dari : Andi NR ( Drum ), Nofree ( Bass ), Rinto ( Gitar ) dan Firman ( Vocal ). Mereka sepakat menamakan band ini “ Pedih “. Nama ini dipilih atas dasar konsep musik Death Metal yang dianut dan disesuaikan dengan lirik lagu yang bernuansa : Kepedihan, siksaan, dan godaan setan terhadap manusia yang menyesatkan. Dalam setiap panggungnya, mereka selalu mengusung tembang-tembang ciptaan sendiri seperti :Siksa, ,Jiwa Rapuh, Sang Penindas, Gangguan Syaraf, Penggoda Tersembunyi, Protes Sosial, ,Sisi Kehidupan, Kiamat Datang,Neraka.Juga cover song dari Hypocrisy, Obituary, Gorefest dan Carcass.

Sebagai inspirasi dan influence, pedih berpanutan kepada band-band mancanegara : Slayer, Solstice, Kreator, Sepultura, Napalm Death, Deicide, Suffocation, Cannibal Corpse, Dying Fetus. “ Konflik “ suatu kata yang berkonotasi negatif, sering hinggap dalam segala aspek kehidupan, demikian juga halnya dalam perjalanan sebuah band. Karena adanya ketidak cocokan, Rinto hengkang dan memilih lapangan pekerjaan selain musik yang diyakininya lebih menjanjikan. Untuk mengatasi ini, Andi NR mengaet Andy buat mengisi kekosongan disektor gitar. Sedangkan Firman memanggil Ulla sebagai pasangannya diseksi vocal. Maka dengan formasi: Andi NR (Drum), Andy (Gitar), Nofri (Bass), Firman (Growl), Ulla (Scream), Pedih mengabadikan lagu-lagu karya sendiri yang direkam di studio TRIPLE F – Jakarta Timur yang bermaterikan 9 lagu dalam bentuk demo tape bertitel : Pedih. Kebingungan juga menerpa band ini, setelah Firman dengan tanpa alasan yang jelas jarang ikut latihan dan berkumpul. Untunglah kevakuman segera berakhir dengan masuknya Adrin ( ex Godzilla/ Abhorred Despiser/ Ordoth/ Aaarghh/ Homicide ) mengisi kekosongan sebagai additional growler.

Setelah dua panggung dijajaki, akhirnya posisi Adrin bergeser menjadi vocalis tetap di Pedih. Dikarenakan Ulla di seksi screamer semakin menurun kondisi kesehatannya dan mengundurkan diri untuk lebih berkonsentrasi dalam pemulihan fisiknya. Untuk selanjutnya frontman ditubuh band “ Pedih “ dipegang oleh Adrin sebagai growler / screamer dan beberapa koreksi atau pembenahan di berbagai sektor dilakukan seperti manajemen, koresponden hingga ditemukannya kalimat “ Perpetual Disharmony ‘ ( Kekacauan yang abadi ) sebagai kepanjangan dari “ Pedih “. Dengan line up terakhir yang paling gress : Adrin (vocal), Andi NR (drum), Andi (gitar), Wahyu (bass)band Death Thrash Metal ini yakin bisa maju menerobos kompetisi ketat beringasnya music cadas yang makin panas. Tentunya dengan selalu memegang teguh filosofi “ Komunikasi adalah kunci “. Tahun 2004 Pedih telah menyelesaikan recording dan mengeluarkan album yang dirilis oleh Metal Head Production (Bandung) format cassette dengan title Perpetual Disharmony.

Diskografi:

Album:
- Promo tape demo (2000)
- Perpetual Disharmony (2005)
Kompilasi :
1.Underlist 3, (Metal Head Productions)Bandung – Jabar
2.Stroke Metal, (2Mie Productions) Bekasi
3.Metaloblast 2, (Morbid Noise Records) Jakarta
4.Dimensi Kematian 3, (Edelweiss Productions) Jakarta
5.Brutal Disaster, (No Label Records) Surabaya – Jatim
6.Epidemic Of Brutality, (Psychosm Production) Makassar - Sulsel

Read More......

SWEET AS REVENGE


Sweet as Revenge secara resmi berdiri di Jakarta pada awal November 2003. Dimulai dari pertemuan Max, Qzoot (gitar) dan Febri (bass) di sebuah distro di Jakarta. Berawal dari obrolan mengenai interest yang sama pada genre post-hardcore, kemudian berlanjut dengan keinginan untuk membuat sebuah band yang memainkan musik post-hardcore itu sendiri. Waktu berjalan, dan berdirilah Sweet as Revenge. Nama yang unik, karena semua personil awal di band ini pernah merasakan pengalaman pahit dengan band-band mereka yang terdahulu. Dan menjadikan Sweet as Revenge sebagai ajang pembuktian. Bahwa mereka akan bisa menjadi lebih baik.

Berawal dari hanya berlatih di studio, kemudian mereka memutuskan untuk merekam demo mereka yang pertama. Lagu pertama mereka berjudul “Broken Lines and Empty Smile”. Bermodalkan satu lagu sendiri serta beberapa lagu cover, Sweet as Revenge mulai merambah panggung-panggung di berbagai acara komunitas di Jakarta. Tampil dengan hanya ditonton segelintir orang sebagai band pembuka, atau tampil paling akhir sebagai band penutup telah mereka rasakan. Hal itu tidak membuat mereka patah semangat, tapi dianggap sebagai pengalaman yang akan memperkuat mereka sebagai sebuah band. Lagu “Broken Lines and Empty Smile” akhirnya menarik minat dE Records. Lagu tersebut direkam ulang untuk disertakan dalam kompilasi “Anthems of Tomorrow (dE Records, 2004). Sebuah album kompilasi yang berisi band-band bergenre post-hardcore dan sejenisnya. Lagu “Broken Lines and Empty Smile” juga sempat merajai chart MTV Cutting Edge selama beberapa minggu. Sebuah prestasi yang membanggakan untuk sebuah band yang masih berumur sangat muda. Hal ini juga yang mengangkat nama mereka ke permukaan dan mulai dikenal oleh publik.

Seiring dengan berjalannya waktu, serta perbedaan visi, misi dan kepentingan dari masing-masing personil, mengakibatkan beberapa kali pergantian personil serta perubahan musikalitas Sweet as Revenge secara keseluruhan. Setelah melewati proses rekaman yang panjang, hasil karya mereka dapat didengar pada sebuah mini album berjudul “Birth of Expectations (Self Released, 2008)” yang dirilis pada 5 Januari 2008. Sebuah mini album berisi 6 lagu yang merefleksikan pahit dan manisnya kehidupan mereka. Baik sebagai band ataupun sebagai individu masing-masing personil. Rilisnya mini album “Birth of Expectations” mendapat respon yang cukup baik. Acara Release Party mini album itu sendiri dihadiri oleh sekitar 700 orang penonton. Jumlah yang cukup fantastis. Singel mereka yang berjudul “Potret Kehampaan” juga sering terdengar di radio.

Selepas rilisnya mini album “Birth of Expectations”, Sweet as Revenge semakin aktif bergerilya dari panggung ke panggung dan mulai merambah media. Mulai dari panggung acara komunitas, pensi SMA, acara kampus, live performance, promo dan interview di radio, semua dilibas habis. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menambah jam terbang saja, tetapi juga sebagai usaha untuk menjangkau pendengar baru, mereka yang sama sekali tidak mengenal Sweet as Revenge. Terbukti cara ini cukup ampuh, banyak yang akhirnya jatuh hati kepada band ini setelah mereka mendengar dan menyaksikan langsung penampilan Sweet as Revenge. Sebagai salah satu band generasi awal dari booming genre post-hardcore di tanah air, Sweet as Revenge berusaha untuk terus konsisten dan tidak terbawa arus trend musik yang sangat cepat berganti. Sampai saat ini, formasi terakhir Sweet as Revenge adalah: Dinand (vokal), Qzoot (gitar), Mamie (gitar), Febri (bass) dan Nanda (drum). Perjalanan dari panggung ke panggung, konflik demi konflik serta pengalaman hidup dari masing-masing personil telah memperkaya pengalaman Sweet as Revenge sebagai sebuah band. Hal ini membuat mereka berusaha untuk lebih solid dan konsisten dalam berkarya. Sweet as Revenge akan terus mempertahankan eksistensinya serta melahirkan karya-karya yang dapat menghibur penggemar musik dimanapun mereka berada.

Diskografi:
1. Singel “Broken Lines and Empty Smile”
2. Kompilasi “Anthems of Tomorrow” - dE records (2004)
3. Birth of Expectations EP – Self Released (2008)

dapurletter.com

Read More......

NIKE ARDILA


Nike Ardilla lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak kecil sudah mengawali karir dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores. Karir musiknya di dunia hiburan pun dimulai.

Tahun 1987, oleh Ningsihrat ia diboyong ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di situ ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie, yang kemudian jadi manajernya. Dua Deni itu memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi. Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha.

Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu dua juta kopi Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller. Album rekaman terakhir Nike Ardilla sebelum wafat yang bertajuk Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka tiga juta kopi dan lima juta copy seasean. Karir Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus seiring dengan dirilisnya album pertama. Nike bermain film Kasmaran bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1987 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80an dan awal 90an. Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron.

Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Genio berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan E. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.

Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir "In Dead She Soared" atau "Dalam Kematian Dia Bersinar". Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.

Di Sulawesi Barat terdapat pula rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya di rumah makan ini diputarkan lagu-lagu Nike.

Trivia

* Tinggi badan Nike Ardilla adalah 1.68 meter dan berat 47 kilogram.
* Hobi Nike Ardilla adalah musik, berenang, dan badminton.
* Makanan kesukaannya adalah hamburger, mie bakso, jengkol goreng.
* Minuman kesukaannya adalah Coca-Cola, Yogurt.
* Nike mempunya beberapa nama kecil antara lain Nike, Neneng, Keke, dan Amoy.
* Mobil Honda Genio yang dipakai Nike saat kecelakaan berhasil dilelang seharga Rp 100 juta oleh seorang gadis bernama Lia Nathalia yang kini juga menjadi penyanyi.
* Pada acara 40 hari meninggalnya Nike Ardilla diadakan doa bersama di gedung Balai Sartika Bandung pada tanggal 26 April 1995. Acara yang merupakan bagian dari peringatan empat puluh hari meninggalnya Nike Ardilla dihadiri sekitar 200-an tamu undangan, termasuk puluhan artis ibu kota yang khusus datang dengan dua bus besar serta rekan-rekan dari PAPRI dan HAPMI Jawa Barat. Dalam peringatan ini hadir pula keluarga Nike.
* Pada 40 hari itu juga, makam Nike dikunjungi oleh lebih dari lima ribu penggemar.
* Bangunan makam Nike boleh dibilang amat megah. Tak berbeda dengan makam toko-tokoh nasional yang amat penting, makam Nike juga dilindungi bangunan cukup berundak-undak yang terbuat dari beton yang atapnya disangga empat pilar kokoh. Makamnya sendiri seluruhnya dilapis oleh kayu yang khusus di datangkan dari Kalimantan Timur. Makamnya juga di pagari tembok yang penuh tulisan kata-kata kenangan untuk Nike Ardilla, termasuk puisi dan doa-doa dari penggemar.
* Sepanjang karirnya, Nike telah menjual album yang kesemua albumnya mendapatkan multiplatinum, rata-rata terjual diatas satu atau dua juta kopi, kecuali album pertama yang 'hanya' terjual 500 ribu kopi. Bahkan setelah kematiannya terus bermunculan album-album berisi kumpulan lagu Nike Ardilla yang semuanya diperkirakan berjumlah 40 buah album.
* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis Indonesia yang kematiannya selalu diperingati oleh para fansnya. Diluar hal semacam ini terjadi pada Jhon Lennon, Marlyn Monroe, atau Bruce Lee.
* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis dengan penjualan album terbanyak sepanjang masa di Indonesia, data terakhir sudah terjual lebih dari 25 juta kopi album Nike yang terjual, termasuk penjualan di Malaysia dan negara-negara lainnya.
* Nama panggung Nike Ardilla sebelumnya adalah Nike Astrina yang diambil dari nama seniornya, Nicky Astria, Ini karena corak musik keduanya sama dan Nicky Astria juga adalah besutan Deddy Dores
* Video klip sandiwara cinta versi kedua atau lebih dikenal oleh para fansnya sebagai "versi Monroe" adalah video klip terakhir Nike semasa hidup dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Menampilkan Nike yang sekilas terlihat seperti idolanya, Marylin Monroe. Syutingnya dimulai 10 hari sebelum Nike tewas. Video ini sebetulnya belum selesai digarap, namun karena Nike kemudian tewas, Rizal mengubahnya menjadi seperti sebuah video dokumenter Nike sepanjang karirnya. Setelah kematiannya, video klip lagu Nike Ardilla biasanya menampilkan model yang mempunyai mirip dengan dirinya.
* Penghargaan dari PT.POS INDONESIA dengan diterbitkannya kartu pos dan sampul surat peringatan setahun wafatnya Nike Ardilla pada pameran filateli remaja sedunia tahun 1996
* Diterbitkannya prangko Nike Ardilla oleh dua negara bagian Rusia yakni Abkasia dan Tauva tahun 1996 (prangko artis dunia diantaranya Michael Jackson, Madonna, Marilyn Monroe, Elvis Presley).

Prestasi

* Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI - 1985,
* Juara 1 Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung - 1985,
* Juara 3 Golongan Teruna Festival Penyanyi Indonesia,
* Populer Bandung 1986,
* Juara 1 Festival Musik 3 Warna se Jawa Barat - 1987,
* Pemenang BASF AWARD "Bintang Kehidupan" 1990,
* Pemenang BASF AWARD "Nyalakan Api" - 1991,
* Pemenang Asia Song Festival Shanghai China 1991,
* Pemenang BASF AWARD "Biarkan Aku Mengalah" - 1993,
* Pemenang Kaset Emas HDX "Biarkan Cintamu Berlalu" - 1994,
* Promotour Video Music Indonesia Yogyakarta 6 - 9 Oktober 1994,
* Video Klip Favorit VMI Bulanan Lagu Biarkan Cintamu Berlalu,
* Bintang Favorit Dunia Bintang tahun 1994-1995,
* Bintang Favotit Dunia Bintang versi wartawan tahun 1994-1995,
* Peraih Anugerah Emas Malaysia 1995 untuk album Duri Terlindung,
* Video Klip Favorit Tahunan (1994-1995) album Biarkan Cintamu Berlalu,
* Video Klip Terbaik Bulanan album Sandiwara Cinta April 1995,
* ANUGERAH HDX 1996 untuk album Suara Hatiku,
* Musik Mingguan Award 1996 kategori kaset terlaris untuk album Suara Hatiku,
* BASF Award 1996 untuk album Mama Aku Ingin Pulang kategori triple platinum,
* Penghargaan TVRI atas karya Nike Ardilla di belantika musik Indonesia,
* Video Klip Favorit VMI 1997 untuk lagu Panggung Sandiwara,
* Pemenang Kaset Emas HDX untuk Sandiwara Cinta - 1996.

Prestasi bidang model

* Sampul Majalah Sahabat Pena - 1986
* Juara 3 LA Clark Jeans Contest - 1989
* Juara Favorit GADIS Sampul 1990
* Sampul Majalah Populer 1990
* Sampul Majalah Djoko Lodang - 1991
* Sampul Majalah Mangle - 1991
* Sampul Majalah Kartini 1995
* Sampul Majalah URTV Malaysia - 1995

Diskografi

Album solo

* Album Seberkas Sinar 1990
* Album Bintang Kehidupan - 1990
* Album Nyalakan Api - 1991
* Album Matahariku/Izinkanlah - 1991
* Album Biarkan Aku Mengalah 1993
* Album Duri Terlindung 1994
* Album Biarkan Cintamu Berlalu 1994
* Album Sandiwara Cinta - 1995
* Album Mama Aku Ingin Pulang - 1995
* Album Suara Hatiku - 1996

Singles released

* Star Of Life (bintang kehidupan english version) 1992
* Tinggalah kusendiri 1993
* Deru Debu (radio released)
* Cinta Kita 1995
* untuk Apa Lagi 1995
* Biarkanlah 1996
* Cinta Diantara Kita 1997
* Panggung Sandiwara 1997
* Ingin Kulupakan 1998
* Belengu Cinta 2000

Album kompilasi

* Bandung Rock Power 1988
* Gadis Foto Model 1989
* Album Ost Pocong - 1996
* BEST OF THE BEST VOL.1 -1999
* BEST OF THE BEST VOL.2 -2000
* BEST BEAT -2002

Singles soundtrack

* Ost Nuansa Gadis Suci 1992
* Ost Nakalnya Anak Muda 1992
* Ost Aksara Bisu 1992
* Ost Lupus 1992
* Ost Deru Debu 1994

Filmografi

* Kasmaran-1987
* Kabayan Saba Kota-1988
* Gadis Foto Model-1989
* Ricky Nakalnya Anak Muda-1990
* Lupus 4 - 1990
* Kabayan & Anak Jin-1991
* Cinta Anak Muda-1991
* Olga & Sepatu Roda-1992
* Kabayan Saba Metropolitan-1992
* Tiga Kamar Perawan-1992
* Kembali Lagi-1994
* Pocong-1996

Sinetron

* Perkawinan Pilihan - 1990
* Gara-Gara - 1990
* Pelangi Di Hatiku - 1991
* Bunga Kampus 1992
* Sukreni Gadis Bali 1993
* Trauma Marissa 1994
* Ceplas-Ceplos 1994
* Saputangan dari Bandung Selatan 1994
* None - 1994
* Warisan I & II 1995
* Jalur Putih - 1995
* Mentari Di Balik Awan - 1996
* Mutiara Cinta - 1996

wikipedia

Read More......

Saturday, January 31, 2009

DEDDY DORES


Tahukah Anda, nama Dedy Dorres menempat posisi penting dalam perjalanan musik di Indonesia. Nama Deddy Dores pernah bersanding dengan God Bless dan beberapa musisi rock lainnya. Memangnya Dedy pernah main musik rock?

Generasi sekarang pasti akan mecibir ketika disebut namanya. Dia dikenal hanya dari lagu-lagu tema cinta, dengan progresi chord sederhana. Bahkan jika saja ratusan lagu karya Deddy pada 10 tahun terakhir ini dihilangkan liriknya, niscaya akan ditemui struktur melodi yang 'seragam'.

Gara-gara mengorbitkan lagu-lagu cinta, namanya kemudian dikelompokkan ke deretan musisi yang 'main' di genre cinta ini seperti Rinto Harahap, Pance Pondaag dan Obbie Messakh.

Deddy juga punya kelebihan lain. Dia pandai memilih calon bintang yang bakal diorbitkannya. Dedyd jeli memilih penyayi (khususnya perempuan) yang bakal diorbitkannya. salah satu yang jadi fenomenal adalah almarhum Nike Ardilla. Lewat album Seberkas Sinar (1990), yang khabarnya terjual 300.000 copies. Tahun 1992, Nike melepas album Bintang Kehidupan, masih dengan motor penggerak Deddy Dores. Album ini terjual 2 juta keping. Album terakhir Nike Sandiwara Cinta dari data terakhir setelah meninggalnya Nike tahun 1995, terjual 2 juta keping juga. Di tangan Deddy Dores, Nike memang menjadi pop star untuk 6 album.

Deddy berhasil mencetak mega bintang baru di musik pop (pakai unsur rock sedikit), dengan formula lirik cinta yang manis, melodi standar dan keharusan lain: penyanyinya cantik. Formula inilah yang melanjutkan pengembaraan Deddy Dores di peta musik pop negeri ini.

Lagu tema cinta, penyanyi jelita. Jika ada penyanyi laki-laki yang membawakan lagu karyanya, paling banter bernama Deddy Dores juga. "Saya memang mengawali terjun ke musik pop lewat rekaman suara saya sendiri," ujar Deddy.

Pekerjaan itu dilakukannya pada tahun 1971, pada saat koceknya krisis karena grup Rhapsodia yang dibangunnya, belum menghasilkan dana bagus untuk menopang hidupnya. Album solo Hilangnya Seorang Gadis, cukup dikenal khalayak pop waktu itu. Deddy baru membuat album pop lagi pada tahun 1978, kali ini berduet dengan Lilian. "Album-album pop yang saya buat pada tahun 70-an sebenarnya hanya sebagai selingan. Semacam relaksasi di tengah kegiatan saya manggung dengan Rhapsodia, God Bless dan Giant Step. Saya benar-benar cari duit di musik pop sejak ketemu Nike pada tahun 1989, dan tahun 90 merekam Seberkas Sinar itu," pembelaan Deddy.

Bagaimana awal mula Deddy menerjuni musik pop? "Sulit sekali, karena dunia pop ini sangat njomplang dibanding kebiasaan saya manggung dengan atribut rock. Waktu itu dengan sadar saya masuki dunia penciptaan lagu-lagu cengeng. Waktu itu banyak pula kritik datang ke saya, saya melacurkan diri. Tapi bagaimana pun juga, saya perlu hidup. Orang nggak bisa tahu apa saja kebutuhan saya," ujar Deddy dengan ekspresi datar. "Tapi, biarlah saya main musik yang begini dulu, setelah posisi saya kuat, baru saya akan kembali ke idealis saya. Seperti sekarang ini, saya sedang menyiapkan produksi sendiri, merekam album Superkid. Ini band kebanggaan saya, yang dibangun Denny Sabri dengan formasi trio: Deddy Stanzah, Jelly Tobing dan saya. Rekaman ini mau laku atau nggak, saya nggak peduli. Yang penting, di sinilah Superkid berekspresi, dan rekaman ini benar-benar idealisme saya sendiri, dibantu kawan-kawan dari Superkid, " tambah Deddy pada suatu waktu.

Superkid adalah band format 3 pemain. Band ini dibangun tahun 1975 dan sempat melakukan tour Indonesia, dengan kiblat musiknya ke Rolling Stones. Stanzah sebagai vokalis memang banyak dapat influence dari Mick Jagger. Deddy Dores pada posisi keyboard dan gitar, Deddy Stanzah pada bas dan Jelly untuk drums. Formasi ini amat mirip dengan AKA Group, cuma AKA ( Arthur Kaunang, Ucok Harahap, Syech Abidin dan Soenata Tanjung ) banyak memainkan lagu-lagu ELP, bukan Stones.

Superkid tewas pada tahun 1978, menghasilkan lagu hit 'Gadis Bergelang Emas'. Vakumnya Superkid banyak diduga karena miss-management. Entah versi kang Denny Sabri sebagai manajernya. Sebelum itu, Deddy Dores membangun grup Rhapsodia (1969-1972), yang sempat berganti nama dengan Freedom of Rhapsodia. Di tengah inilah, Deddy membuat solo album pop Hilangnya Seorang Gadis (1971). Pada tahun 1974, Deddy Dores masuk formasi God Bless, dengan formasi Ludwin LeMans (gitar), Achmad Albar (vokal), Deddy Dorres (gitar).

Dedy juga sepat menelorkan band bernama Lipstick. Band yang biasanya mengusung musik rock ini lahir tahun 80-an. Tapi tidak lama, karena kemudian bubar. Beberapa nama yang diorbitkan kang Deddy --begitu biasa dia dipanggil-- seperti Nike Ardilla, Poppy Mercury, dan Nafa Urbach, dan duet kembar Doris Dagmar.

tembang.com

Read More......

ABBHAMA


Bagi sekalangan musisi anyar sekarang ini, nama band tersebut "jauh dari jangkauan" lantaran memang tak sempat melejit tinggi. Terbentuk tahun 1977, Abbhama Band memang terpengaruh oleh berkembangnya aliran progresif rock di tahun 70-an. Personil awal (dan jadi akhir) adalah Iwan Madjid (vokal, piano), Oni (kibor), Darwin (bas), Robin (dram), Dhrama (flute), Cok B (gitar), Hendro (oboe).

Yang menarik dari band ini adalah, kemampuan musikalnya tidak kalah dengan musisi asing waktu itu. Hal ini diakui oleh penggemar-penggemar progresive rock tak cuma di Indonesia, tapi juga dari negara lain, seperti Jepang misalnya. Kelemahannya --dan ini jadi rata-rata kelemahan band Indonesia saat itu-- adalah kualitas rekaman (mixing dan mastering yang sangat buruk.

Dengan segala keterbatasan itulah, tahun 1978 Abbhama Band "nekat" merilis album yang diberi titel ALAM RAYA. Dari sound dan lirik yang dipakai (hampir semua lirik ditulis oleh Iwan Hasan), band ini kental mengusung progresif rock. Ada yang bilang, musiknya mendekati progresif rock ala Perancis atau Italia.

Kabarnya, Iwan Madjid dan teman-temannya juga dipengaruhi oleh ELP (Emerson Lake Palmer), band progresive rock asal Inggris. Sementara lirik yang ditulis Iwan, menurut pengakuannya diinspirasi oleh Buch dan Debussy.

Sayang, usai merilis album perdana, band ini tidak berumur panjang. Personilnya kemudian berkiprah sendiri-sendiri. Iwan Madjid dan Darwin melanjutkan kiprah bermusiknya dengan membantuk WOW, tahun 1983-an. Band yang juga mengusung progresif rock ini sempat melibatkan nama seperi Fariz RM dan Moesja Joenoes.

Abbhama Band memang tidak berumur panjang. Mungkin sekedar numpang lewat di sejarah musik Indonesia khususnya progresif rock. Tapi dari komposisi yang dimainkannya, paling tidak membuat kita tahu, musisi Indonesia sebenarnya sudah diperhitungkan sejak dulu.

tembang.com

Read More......

Thursday, January 29, 2009

SOUTHERN BEACH TERROR


Dengarkan!! Irama musik surf yang antik dari khazanah rock & roll jaman perjuangan. Ada suara gitar vintage yang cukup panik namun seksi. Ketukan snare drum yang berputar-putar. Sekilas sangat experimental dan instrumental. Dari eloknya pasir pantai hingga soundtrack film action kelas dua. Riding a tsunami!

STORY Band ini awalnya merupakan side project dari Bowow [Coffin Cadillac], Fossil [The Strawberries] dan Bimo [Killed On Juarez] di tahun 2003. Bimo lalu memilih keluar dari band karena alasan tertentu dan menyebabkan aktifitas bermusik mereka terhenti. Selama dua tahun, Bowow intens belajar main gitar sambil terus mendengarkan The Ventures, The Shadows, serta musik rock & roll dari era 50-an dan 60-an. Dia lalu menghubungi Fossil untuk membangun proyek bandnya kembali dengan irama musik surf-rock. Beberapa sesi latihan awal mereka yang mengkover lagu-lagu The Ventures dan The Shadows ternyata berjalan cukup berat. Hingga akhirnya Bowow 'dicerahkan' oleh CD The Ghastly Ones dan memilih untuk membawakan lagu-lagu band tersebut.

Nama band The Southern Beach Terror [TSBT] diambil dari judul film horor klasik Kerajaan Laut Kidul [The Southern Sea Kingdom], yang juga jadi representasi dari Jogjakarta, kota domisili mereka. Film tersebut menceritakan legenda rakyat lokal tentang kerajaan spiritual di selatan Jogja yang dipimpin oleh seorang ratu bernama 'Nyai Roro Kidul'. Akhir-akhir ini, TSBT sudah banyak mengisi pentas-pentas lokal di sekitar kota Jogja. Influens musik mereka pun mulai berkembang sampai ke arah The Cramps, The Sonics, dan band-band sejenis lainnya. Kecintaan Bowow dkk terhadap musik surf juga jadi motivasi tersendiri untuk terus membuat progres dan menciptakan nada-nada yang 'berani beda' dari band lokal kebanyakan.

BOILING POINT Meskipun TSBT tidak berasal dari scene surfing, namun mereka boleh dibilang satu-satunya band yang memainkan musik surf-rock di Jogja, bahkan mungkin di Indonesia!...

apokalip.com

Read More......

SONIC TORMENT


Sulit untuk didefinisikan. Bayangkan elemen rock, alternatif, punk, hardcore, noise, metal, dan grind yang di-blend jadi satu. Semacam ramuan krossover yang mencampur semua genre cadas era 90-an. Dengan lirik sunda yang kasar serta bernuansa preman lokal. Sound khas tipikal 'Palapa' yang raw bersama liukan beat musik yang agresif.

Konon kabarnya Sonic Torment itu berdiri tahun 1995, tepatnya pada malam Jum'at Kliwon di kawasan Kaum Kidul, Ujungberung Bandung. Dinan [vokalis] yang menggagas band ini gara-gara pusing dengan masalah dunia, frustasi akibat perempuan, dan sakit hati pada sekitarnya. Nama 'Sonic Torment' bisa jadi diambil dari Flesh Ripping Sonic Torment, yaitu demo pertama milik Carcass di tahun 1987. Ini sangat mungkin sekali, mengingat Dinan sendiri adalah fans berat dari grup gore-grind asal Inggris tersebut. Sejak awal, Dinan bersama dengan Kimung [bass], Sule [gitar], dan Abah [drum] mulai bikin lagu berlirik sunda serta ramuan musik crossover yang khas ala mereka. Di tahun 1996, Sonic Torment merilis debut klasik bertitel Haatzaii Artikelen [Palapa records] dengan engineer Kang Memet.

Sejak itu mereka rajin 'ditanggap' di berbagai pentas di kota Bandung. Tapi jadwal show yang padat itu agaknya di luar perkiraan mereka. Karena awalnya Sonic Torment itu sekedar proyek fun - mengingat personil lainnya sudah punya band tetap. Alhasil, kisah band ini semakin aneh namun menarik. Sule sempat dipecat gara-gara sibuk pacaran. Penggantinya Ayi justru sama saja, juga doyan kencan. 'Virus-virus cinta' itu akhirnya menular kepada seluruh personil dan bikin band ini makin mengambang tidak jelas. "Jadi weh ST band bobogohan. Rasa bendu, ambek jeung pongah nu jadi simbol ST diganti ku cinta. Puguh weh teu nyarambung!" Pada tahun 1997, Dinan hijrah menjadi penyiar radio di Bali dan Sonic Torment tidak pernah ada kabarnya lagi. Yah, sebut saja bubar!...

Sepuluh tahun kemudian, baru diketahui kalau master rekaman Haatzaii Artikelen itu masih ada dan disimpan rapi oleh Dinan. Produser metal kawakan Yayat Achdiyat [yang tak lain adalah keponakan dari Kang Memet] langsung menyemangati Sonic Torment untuk segera reuni dan merilis ulang album yang legendaris itu. Kimung, Abah, Ayi dan Dinan merespon positif, "Hayu atuh sok lah, 100% lahir batin siap ngacak-ngacak deuih, ku aing di jabanan lah, anjing teh!" Berita ini langsung merebak di kalangan mereka. Jika ini benar, maka reuni Sonic Torment setelah sepuluh tahun adalah berita paling keren dari scene musik underground kota Bandung. Dan tampaknya mereka memang cukup bersemangat jika melihat dari aktivitasnya di MySpace dan merchandise yang dirilis baru-baru ini. Sepertinya Sonic Torment siap kembali membawa panji, "Sendal jepit calana rombeng, hirup ka jepit teu kudu goreng!"

Sebelum membentuk Sonic Torment, Dinan dikenal sebagai editor Revograms, fanzine underground pertama di Indonesia. Kimung [eks Burgerkill/NicFit] adalah penulis buku Myself ; Scumbag. Sule pernah memperkuat legiun black metal Sacrilegious. Abah sempat 'mengetuk gendang' di mana-mana, dan sekarang hinggap di Burgerkill sebagai drummer.

apokalip.com

Read More......

GHAUST


"A fairly consistent listen of forceful yet controlled heaviness. Involved influence from Boris, Pelican, Amebix, Kyuss and Corrupted," begitu yang tertulis pada halaman MySpace mereka. Melihat dari kuantitas personil, instrumen dan influens, maka bisa ditebak kalau Ghaust memainkan musik post-metal. Akar musik mereka adalah hasil eksplorasi metal yang dilatari dengan kombinasi antara stoner, sludge, doom, hardcore punk, dan post-rock. Tentu ini menjadi sebuah perayaan yang menyenangkan bagi para pencinta Isis, Pelican, Red Sparrowes, Eyehategod hingga Mogwai. "Tetapi jika anda tetap memaksa untuk berpikir atau berharap bahwa musik Ghaust itu adalah thinking man's metal, maka bersiaplah untuk kecewa!" pesan mereka kemudian.

Ghaust dibentuk pada awal bulan Agustus 2005 di kota Jakarta oleh demonic duo, Uri A Putra [gitar] dan M Edward [drum]. Sejak awal tahun 2007 lalu mereka sudah merekam materi debut album di Sinjitos studio dengan supervisi dari Iyub [Sugarstar, Santa Monica]. Di sela rekaman, Ghaust juga membagikan gratis materi demo bertajuk 600335/047545 yang berisi empat lagu ; Day After [Fucked-Up Version], The Wolf and The Boar, Black Ice Battle, dan Torchlight [Edit-Version/Live]. Kemudian mereka sempat terlibat dalam proyek kompilasi Droning Earth Vol.6. Di tengah proses penggarapan album perdana, ternyata mereka mengalami banyak perubahan mulai dari titel, list lagu, hingga artwork.

"Dulu pada awalnya kami sering menulis bahwa album perdana kami akan dinamakan Defeating Earth Gravity, tetapi seiring waktu dalam mengerjakan album ini kami sedikit merasa bahwa judul itu sudah tidak pantas untuk dijadikan sebagai nama album perdana kami. Karena memang materi di album perdana kami sudah berubah dan sedikit-banyak mengalami perkembangan baik dari ide maupun segi musikalitas," jelas mereka. "Materi baru dari album ini adalah materi terbaik yang berhasil kami buat pada saat ini. Mengambil dari banyaknya influence musik dari band-band yang luar biasa seperti His Hero Is Gone, OM, Corrupted, Neurosis, Godspeed You Black Emperor, Slayer, hingga rutinitas hidup kami yang akhirnya menghasilkan sesuatu yang sangat personal di album perdana ini." Kemudian soal titel albumnya nanti, mereka juga menjelaskan panjang lebar, "Nama Defeating Earth Gravity dulu diambil dari keterkaitan konsep lagu perlagu pada materi awal yang kami buat, tetapi ternyata materi lama kami hampir semua tidak ada yang masuk ke dalam album ini. Semuanya tergantikan dengan materi baru dan hanya The Wolf and The Boar saja yang dipertahankan. Jadi jika ada yang bertanya apa nama judul album perdana Ghaust? Album ini tidak memiliki judul alias album self-titled. Kami sudah lelah dengan berkonsep ria, mungkin sekarang bukan saatnya..."

Ghaust termasuk band dengan formasi dan corak musik yang unik dan tidak biasa di scene cadas. Mereka mulai sering tampil di panggung-panggung lokal Jakarta. Sempat juga membuka konser launching Seringai tahun lalu. Ghaust is now restoring an heavy instrumental composition to it's authority!...

apokalip.com

Read More......

Tuesday, January 27, 2009

BLEEDING CORPSE


Bayangkan.... Death metal yang digerus lebih brutal dan berdarah-darah. Dengan beat super kencang dan vokal gogorowok yang sadis. Sesekali ada groove dan melodi. Selebihnya pendengar perlu tarik nafas panjang. Sebab ini memang bukan untuk telinga yang lemah.Inilah musik pembunuh dari Bleeding Corpse.

Bleeding Corpse yang terbentuk pada akhir tahun 2005 ini dimotori oleh Uus Death [eks Balance of Terror] pada gitar, Adrian pada bass, Boby [eks Dishonest] pada vokal, serta drummer Ari [eks Injected Sufferage / Lumpur]. Pada bulan November 2006, mereka sempat membuat promo CD yang berisi tiga buah lagu ; Bangkai Para Pendosa, Simpuh Tubuh Terbunuh, dan Nista Maja Utama.

Uus dkk sempat menambah satu gitaris lagi yaitu Lukman [eks Filgrim] di pertengahan tahun 2007. Namun itu tidak lama, setelah manggung di acara Bandung Death Fest #2 Lukman terpaksa mengundurkan diri dan band ini tetap bertahan dalam formasi kuartet. Secara musikal, Bleeding Corpse mengaku ter-influence oleh band-band brutal death metal seperti Suffocation, Disavowed, Devourment, dan Disgorge.

Sambil menjalani berbagai aksi panggung lokal, mereka masuk studio untuk merekam lagu-lagunya. Akhirnya di tahun 2008 Bleeding Corpse berhasil merilis album debut album bertitel Resurection of Murder yang diproduksi Pieces Records, sebuah label independen yang juga dikelola oleh Dani [drummer Jasad].

DEADLY BRONX Bleeding Corpse adalah generasi ke-tiga atau malah ke-empat dari klan Ujungberung Bandung. Mereka adalah hasil kaderisasi yang penuh potensi dari kampung metal yang telah melahirkan banyak band berbahaya di tanah air. Setelah Jasad dan Disinfected, satu lagi bibit baru yang berdarah-darah dari persekutuan Homeless Crew.

apokalip.com

Read More......

Monday, January 26, 2009

MORBID DUST


Morbiddust terdengar eksistensinya pada tahun ‘90-an. Berawal dari saudara kembar Doddy “Cimplink” & Diddy “Complonk” yang ingin mencoba mengikuti kakaknya ( gitaris SYNDROME ) dalam bermusik di jalur music metal. Line up pertama adalah Complonk pada posisi Bass, cimplink sebagai Gitaris dan Nunu Tukang Genjot Pedal. Dari awal bermusik mereka membawakan lagu-lagu dari Terrorizer, Slayer, Kreator, Napalm Death.

Pergantian personil dalam sebuah band adalah hal wajar, begitu juga dengan MD. Keluarnya Nunu membuat MD berpikir keras mencari pengganti drummer. Akhirnya bergabunglah Yuli sebagai Bassist dan Ary Keling mengganti posisi Nunu sebagai drummer.

Tak berapa lama MD malang melintang di dunia metal, akhirnya mereka harus kembali bubar dikarenakan kesibukan para personil dalam berkegiatan belajar. Yah..sekolah adalah prioritas utama anak SMP. Pada akhir tahun 2004 Morbiddust rebirth setelah kurang lebih 10th vakum. Fresh From Hell line up baru yaitu Demit Kembar (Doddy “Cimplink & Diddy “Complonk” ) Guitar, AdiShalvo pada Bass, Kancil “The Unholy Mbachoter” sebagai Tukang Mbachot & Additional Drummer oleh Bangkit “Deranged Wheels”.

Dalam perjalannan di berbagai gigs, MD slelalu meng-covers song dr Suffocation, Malevolent Creation,dan Dying Fetus. Yeah, Death Metal adalah idealis dr MD. Dari pengalaman covers song band diatas, akhirnya MD memutuskan membuat materi lagu sendiri. Akhir tahun 2005 MD memulai proses materi album dan pertengahan tahun 2006 materi selesai, MD pun mengeluarkan demo/promo “ …and the Worst Friend And Enemy Is But DEATH” Berisi 2 lagu ; 1. Hand Of God, 2. Don’t Let Uncle Sam Win. Demo/promo ini di sebar free ke teman, radio, label, zine. Respon positive yg kami terima cukup menggagetkan dan membuat kami bersemangat dalam berkarya.

Awal tahun 2007 MD mencoba menawarkan materi ke label death metal, yaitu Rottrevore Recs, Jakarta. Mereka ternyata tertarik dengan 11 materi lagu yang ditawarkan, dan akhirnya MD join dengan Rottrevore Recs for The Next deadly Troop. Pada Juni 2008 Rottrevore Records mengeluarkan album pertama Morbiddust yang didistribusikan oleh Alfa Recs Jakarta. Debut album pertama Morbiddust berbandrol “War Is Forever” berisikan 11 lagu dalam Bahasa Inggris, bertemakan perang dan seluk beluk di dalamnya termasuk diantaranya, army, patriotism, zionisme, veteran, tawanan perang dan sebagainya. Berbagai perasaan tertumpah di 11 lyrics tersebut.

Amarah, kesedihan, kebencian dan lain sebagainya. Dari berbagai sudut korban dan pelaku menurut subyektivitas dan pengetahuan yang terbatas dari Morbiddust. 11 lagu full aransemen perpaduan harmoni, skill, brutality dengan sound yang berat oldskull serta new school metal. Dan vocal growl yang remnya blong berisi tumpahan amarah seribu tahun. Grinding yang intense tak berkesudahan, soul lagu didapatkan dari 11 lagu yang variative dan tidak membosankan ini. “War Is Forever” adalah debut album yang tak kenal kompromi. Extreme Progresive Death Metal, but itu semua terserah anda yang menamai genre music mereka.

dapurletter.com

Read More......

NAVICULA


Bisa dibilang musik adalah agama kita, didalamnya ada filosofi, etika, & ritualnya. it’s all about Rock - Roll. Navicula didirikan tahun 1996 di Denpasar, Bali oleh dua aktivis musik: Robi dan Dankie. Setelah beberapa kali ganti personil di tahun-tahun awal band ini dibuat, formasi terkini adalah: Rob (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bass), Gembull (drum). Nama Navicula diambil dari nama sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil (dalam bahasa Latin, Navicula berarti kapal kecil).

Band ini mengusung grunge sebagai warna dasar musik mereka, berpadu dengan beragam warna etnik, psychedelic, alternatif, progresif, dibalut rock murni. Liriknya sarat dengan pesan aktivisme dan semangat tentang Damai, Cinta dan Kebebasan. Navicula dikenal aktif di dunia indie musik, walau sempat kontrak dengan major label Sony-BMG di tahun 2004. Bersama Sony-BMG, Navicula merilis album ke-4 mereka yang berjudul, Alkemis. Namun, tahun 2007 album ke-5 mereka, Beautiful Rebel, dirilis secara independen dan band ini kembali mengobarkan semangat idealisme mereka melalui jalur indie. Navicula bermarkas di Bali dan tetap eksis di dunia musik nasional meski berjuang di jalur indie. Sejak launching album ke-5, Navicula sudah mulai mengadakan promo tur ke daerah Jawa.

Musik Navicula dipengaruhi kuat oleh alternatif rock 90-an, terutama grunge / seattle-sound dari band-band macam Soundgarden, Pearl Jam, Alice in Chains, dan Nirvana. Namun, yang membuat musik mereka menjadi sedemikian unik adalah pekatnya pengaruh budaya Bali saat ini sebagai melting-pot dunia (tempat bercampurnya beragam budaya), dan kesempatan untuk berkreasi di suatu kondisi yang sangat kontras ini. Dari budaya spiritual klasik Bali, hingga para seniman internasional yang menetap di Bali untuk menimba inspirasi, dan kultur punk rock di pelosok Kuta, band ini memperoleh rasa asli mereka melalui semua hal tersebut, rasa ‘golden green grunge’, rasa Navicula.

Discography:
Beautiful Rebel, 2007. Produksi: Electrohell, Bali
Alkemis, 2005. Produksi: Sony Music Indonesia
NavicoreNeorockClub (E.P), 2003. Produksi: Navicula
K.U.T.A (KeepUnityhruArt), 2002. Produksi: Navicula & The Beat mag, Bali
Self-Portrait, 1999. Produksi: Mendung Troops, Bali

Album kompilasi:
Moshpit Mavericks (A-Rock Society & The Blado / 2007)
Raw and Rare (Rolling Stones Indonesia / 2007)
Noise vs Noise (Blackmouse Jakarta / 2007)
Skipped Tracks (Trendsetter, Bali / 2006)
Not For You : Kompilasi Grunge Jakarta (Rebel, Jakarta / 2006)
Total Feedback Grunge Compilation (Total Feedback, Jakarta / 2002)
Underdog Society (Underdog, Bali / 1998).

dapurletter.com

Read More......

GELAP


Gelap dibentuk oleh Rinsdark (Vocal), Anggaspin (Guitar) dan Hafidrock (Keyboards) pada November 2006, setelah pengunduran diri Rinsdark dari Band Gothic Metal Jakarta, Dreamer pada Oktober 2006. Awalnya Gelap merupakan Proyek dari Rinsdark, Anggaspin dan Hafidrock yakni Dark Rock yang hampir dipengaruhi oleh beberapa genre Progressive, Dark Rock, Gothic dan Metal seperti Adagio, Ayreon, Pain of Salvation, Dream Theater, Cynic, Katatonia, Aghora, Sinergy, Lacuna Coil, Within Temptation, Evanescence dan beberapa rerefensi musik lainnya.

Di awal 2007, Rinsdark dan kawan2 memutuskan untuk membentuk Proyek ini agar lebih solid lagi dalam sebuah Band, yang diberi tajuk GELAP. Gelap sendiri diambil dari musik yang diusung serta lirik dalam lagu-lagu yang memiliki atmosphere kesuraman dan kekelaman. Pada Februari 2007, Rinsdark merekrut Nurmakhana sebagai backing vocal, Oewis sebagai Bass Player dan Putra sebagai Drums Player, dan mengikuti sebuah Kompilasi Gothic Metal, bertajuk “MEMORIES OF DARKNESS” yang merupakan rilisan dari HENCEFORTH RECORDS, salah satu Record Label Metal dari Jawa Timur. Henceforth Records yang diikuti oleh beberapa band Gothic Metal Indonesia seperti Sadie (YK), Total Tragedy (SBY), Camboja, Elmeod (BDG), Milagrosh (BKS) dll.

Performa perdana Gelap adalah pada sebuah gigs Rock & Metal bertajuk GREEN SOUND pada bulan April 2007 di Jakarta, yang diadakan oleh The Greenies Productions. Pada Mei 2007, Putra Mengundurkan diri dari Gelap dan digantikan oleh Herry, dan pada Juni 2007,Nurmakhana mengundurkan diri dari Gelap dan digantikan posisinya oleh Iwedgoddess serta Hafidrock digantikan oleh Ayo Mc Odd. Saat ini, dengan formasi baru Gelap merubah konsep band menjadi 2 vocal dengan karakter berbeda, dalam konsep ini Rinsdark sebagai Vocal dengan Karakter Moderen Rock/Metal dan Iwedgoddess sebagai Vocal dengan karakter Gothic, Mezzo-Sopran dan Sopran plus tehnik falceto untuk memberikan sentuhan yang berbeda dalam komunitas Rock/Metal Indonesia, dalam hal ini Gelap ingin mengusung musik yang lebih “Touchy, Tasty, Dark, Symphonic dan Harmonic” yang teramu dalam aransemen berdistorsi, sehingga Musik Gelap diharapkan dapat “masuk” ke semua telinga pecinta musik Rock/Metal di Indonesia.

Gelap pada Juli 2008 akan segera mengelauarkan Album Perdana berjudul Gerbang Timur, yang berisi 7 Track. CD ini didistribusikan oleh Rottrevore Records, Indonesia. Target Promosi Gelap adalah hingga akhir tahun 2008, agar Musik Gelap dapat terjamah ke seluruh telinga penggemar musik Rock/Metal Indonesia.

dapurletter.com

Read More......

/RIF


Aku Jadi Raja... Penggalan lirik tersebut, adalah potongan lagu yang melabungkan nama /rif ke jajaran grup rock papan atas di Indonesia. Sebelumnya, band asal Bandung ini hanya berputar-putar di Bandung dan sekitarnya saja. Tapi perjuangan /rif mencapai tataran itu, tidak diraih dengan sekali tepuk. Ada proses panjang yang dilewatinya.

Cikal bakal /rif berawal dari Badai Band (1992), yang antara lain mencatat nama Baron (mantan gitaris Gigi). Setahun berikutnya, band ini bertukar personel dan berubah nama menjadi R.I.F., singkatan dari rhythm in freedom. Tahun 1995, titelnya berubah lagi menjadi rif tanpa singkatan -- plus garis miring berwarna merah. Jadi, logo "/rif" bisa diartikan sebagai "alternatif, atau, beda, miring, berani". Juga menggambarkan visi bermusik mereka, yang "/ (alternatif), sebagai sebuah grup, dan bukan perorangan".

Grup ini cukup kondang di lingkungan remaja Bandung yang maniak musik alternatif. Tiap malam Sabtu, kafe O'hara's Tavern Bandung selalu sesak jika /rif unjuk kebolehan. Disitu, biasanya mereka membawakan hits-hits milik kelompok Pearl Jam, Bush, Smashing Pumpkins, Green Day, atau U 2 -- selain karyanya sendiri. Di hari lain, /rif menjadi band pembuka konser Java Jive dan Kahitna di Hard Rock Café Jakarta. Setelah itu, aktivitas manggungnya kian melebar ke kota-kota lain, sebut saja Yogyakarta, Semarang, Tasik Malaya, Banjar, sampai Balikpapan.

Puas wira-wiri di beberapa pentas musik, /rif terobsesi membuat album. Caranya, mereka membuat indie label pada 1997, dan diedarkan di radio-radio Jakarta dan Bandung. Itu terwujud lewat formasi Andy (vokal), Iwan (bas), Jikun (gitar), Deni (gitar), dan Magi (drum). Kaset itu mendapat sambutan yang bagus. Sony Musik Indonesia tertarik, dan meminta demo musik mereka. Selain tembang Raja, seluruh lagu dalam demo itu dibuat dalam bahasa Inggris, namun akhirnya diganti bahasa Indonesia saat rekaman. /rif menjadi grup musik pertama yang di kontrak Sony Musik Indonesia.

Lewat debut album Radja (Oktober 1997), /rif langsung menggurita di kancah musik Indonesia, dan menjadi band beraliran alternatif pertama yang sukses masuk bilik rekaman. Album ini laris di atas 300 ribu kopi, sehingga pihak Sony memberikan double Platinum. Lalu, disusul Salami atau "Selamatkan Dunia Ini" (1998), yang mencuatkan hits Si Hebat dan Aku Ingin. Pada tahun 2000, /rif merilis Nikmati Saja, dengan mengusung lagu-lagu bertempo middle rock dan bertempo cepat, seperti lagi Loe To Ye.

/rif kini dinilai sebagai grup musik yang progresif dan selalu menyuguhkan warna yang variatif serta inovatif dalam setiap penampilannya. Sebuah sajian musik alternatif dalam arti sesungguhnya : mengeksplorasi beberapa basic musik, seperti bossanova, jazz, rock, punk, dan ska -- namun simpel dan easy listening. Musik seperti ini tampaknya memang sangat akomodatif buat kaum muda.

tembang.com

Read More......

DONNY FATAH


Salah satu pentolan band rock legendaris God Bless adalah Donny Fatah. Pria kurus ini masih menjadi motor grup rock yang terolong karatan di blantika musik rock Indonesia. Pemilik nama asli Jidon Patta Onda Gagola ini sudah berusia lebih dari setengah abad. Tapi melihat energi dan kemampuannya, dia tak akan menyerah dibandingkan dengan musisi yang lebih muda. Selein itu, orangnya sederhana dn rendah hati. Kalau bertemu dengannya, bisa-bisa Anda kecele karena tak meyangka dia adalah salah satu musisi top.

Donny Fattah mengenal musik sejak duduk di bangku SD. Ayahnya, Eddy M Gagola adalah anggota ABRI yang menguasai berbagai alat musik. Di waktu senggang, ayahnya sering memainkan piano, saksofon atau gitar. Hanya saja, sang ayah tidak mau mengajarkan keahlian yang dipunyai kepada delapan anaknya.

Karena tertarik melihat ayahnya memainkan musik, Donny dan adik-adiknya mempelajari musik sendiri secara diam-diam. ''Pengaruh ayah sangat dominan dalam diri saya,'' kata anak pertama dari delapan bersaudara ini.

Sewaktu belajar di SMP, bapak dua anak ini mulai berani membentuk grup band bersama teman-teman sekelas. Keasyikan bermain musik dibawanya hingga ia mempelajari ilmu kedokteran di Universitas Indonesia.

Donny masih mengenyam bangku tingkat persiapan ketika situasi politik bergejolak menjelang runtuhnya orde lama. ''Hampir tiga tahun tidak aktif kuliah,'' tuturnya. Kala mahasiswa yang lain turun ke jalan melakukan demonstrasi, Donny memilih musik sebagai bentuk aktivitasnya. Bersama teman-temannya satu grup, ia seringkali menghibur para aktivis mahasiswa dari KAMMI dan KAPPI, juga aparat keamanan dari RPKAD (Red: sekarang Kopassus).

Masa-masa vakum kuliah itulah, Donny mulai menekuni musik. Bergabung dengan berbagai grup, ia sering manggung dan mendapat honor. Tetapi grup yang dianggap grup pertamanya adalah Fancy Junior yang didirikan pada tahun 1968. Bersama Fancy yang memainkan musik lagu-lagu Led Zeppelin, ia mulai menjelajahi berbagai kota, Bandung, Semarang hingga Surabaya.

Di awal tahun 1970, bersama Achmad Albar, Ludwig Lemans, Fuad Hassan, dan Deddy Dores, ia mendirikan God Bless. Di grup yang telah berusia 17 tahun inilah, nama Donny sebagai musisi mulai banyak dikenal orang. Pertengahan tahun 1970, Donny bersama dengan adiknya, Rudy Gagola, sempat mengeluarkan dua album solo.

Tahun 1982 hingga 1985, ia pergi ke Amerika Serikat untuk belajar musik bisnis sambil bekerja di KBRI. Sewaktu berada di negara Paman Sam inilah, ia beruntung bisa berkenalan dengan banyak musisi dunia, seperti Geddy Lee, Stanley Clarke, Alex dan Eddi Van Halen, Billy Sheehan, dan Jaco Pastorius. Selama tiga tahun itu, posisinya di God Bless digantikan oleh Rudy Gagola.

Kembali ke Indonesia, ia memperkuat lagi God Bless. Setelah mengeluarkan album Raksasa dan The Story of God Bless bersama God Bless, Donny bersama personil God Bless yang lain memperkuat Gong 2000. Setelah itu, ia masuk kelompok Kantata bersama pengusaha Setiawan Djody.

tembang.com

Read More......

OPPIE ANDARIESTA


KETIKA pertama menjelma menjadi artis penyanyi, perempuan ini masih memakai nama dagang, Ovie Ariesta. Sempat mengeluarkan satu single, Satu Malam Saja - album Pop Rock (1990), tapi kurang bergaung. Ketika itu, warna lagu yag diusung masih mengikuti selera pasar, rock. Karena gaung rock waktu sangat kencang.

Sampai akhirnya, cewek yang sempat mampir kuliah di IISIP dan Universitas Gunadarma ini merasa perlu tampil sebagai dirinya sendiri. Lahirlah kemudian Oppie. Dan terbukti, nama aslinya lebih membawa berkah. Buktinya album Cuma Khayalan meledak dan melambungkan cewek yang tampil cuek ini. Lagu yang dihapal dari dewasa sampai anak kecil (belakangan malah diangkat lagi jadi theme song iklan sebuah bank ?red).

Sayang, karirnya sempat tercoreng karena dianggap melecehkan agama. Meski tidak jelas juga, apa sebenarnya yang dilecehkan. Namun, perlahan-perlahan penyanyi bercorak blues ini mampu membangun kepercayaan dirinya kembali. Bersama BOP (bandnya Oppie), ia menjadi vokalis wanita terdepan ditengah maraknya grup musik yang banyak digandrungi remaja.

Cewek yang sudah menikah dengan Bejo nama lokal dari Kurt, lelaki bule asal Jerman?adalah bekas murid Bina Vokalia asuhan almarhum Pranajaya. Ketika masih SMA, dia sempat menjadi ratu di berbagai festival antarsekolah. Di SMAN 26 Jakarta, selain menjadi ketua kesenian OSIS, Oppie bergabung dengan band sekolah. Mereka berlatih di jalan Potlot, markas Slank, yang mempertemukannya dengan pentolan grup itu, Bimbim. Di situ, ia bermusik secara otodidak--awalnya gitar, lalu drum, piano, dan harmonika, hingga akhirnya ia yakin dan berkata, "Saya bisa membuat aransemen sendiri."

Sewaktu menjuarai Pop Singer Vinolia tingkat DKI pada 1990, pemusik senior Bartje van Houten mengajaknya rekaman pada album kompilasi pop rock dalam lagu Satu malam saja. Itulah pengalaman pertamanya dengan menggunakan nama Oppie Ariesta. Dua tahun kemudian, Isti Dary Sophia membawanya ke dunia layar kaca--menyanyi untuk paket acara musik di TVRI.

Lewat debut album Cuma Khayalan (1994), yang sanggup bertengger lama di tangga-tangga lagu tanah air, penampilan Oppie dalam video klip lagu itu menyabet penghargaan video musik terbaik versi Video Musik Indonesia. Pada 1995, ia merilis Bidadari Badung, dan merenggut penghargaan BASF Award serta Golden Award berkat tembang andalannya, Ingat-ingat Pesan Mama.

Di album ketiga Berubah, pengagum James Redfield (penulis buku The Celestine Prophecy) ini melakukan banyak eksperimen. Misalnya, memasukkan musik etnis Minang dan dangdut. Di album itu, Oppie diganjar sebagai penyanyi pop alternatif terbaik versi Anugerah Musik Indonesia 1998 lewat lagu Nanana?. Satu hal yang patut dicatat, sejak album pertama hingga terakhir, Oppie sendiri yang menjadi produsernya. Mulai dari pembuatan lagu hingga proses mixing.

Dalam bermusik, biduanita yang sudah melakukan umroh ini tidak mengikatkan dirinya pada satu jenis aliran musik tertentu. Syairnya dibuat sederhana, seadanya, polos, dan tanpa berbunga-bunga sebagaimana "kultur" musik gank Potlot. Musik sejenis itu pulalah yang tengah berkembang di kancah musik dunia belakangan ini lewat nama-nama The Cranberries, Sheryl Crow, dan Alanis Morissette. Pantas, jika Oppie terpilih membuka konser Alanis Morissette beberapa waktu lalu.

Belakangan aktivitas Oppie tidak sebatas di seputar dunia rekaman dan panggung musik saja, namun sudah merambah ke wilayah publik yang lain. Ia, misalnya, pernah terlibat dengan Ibu Peduli atau Kelompok Visi Bangsa saat bergejolak tuntutan reformasi di Indonesia. Di hari lain, sosoknya muncul dalam sinetron Gen-X karya rumah produksi Avangarde, dan film Kuldesak. Aktivitas layar kaca memang menjadi obsesi penggemar olahraga Yoga dan budaya India ini, salah satunya adalah menggagas program talkshow tentang dunia anak muda--dunia yang membesarkan nama Oppie, barenga dengan Dik Doang sebagai presenter.

Sebagai istri, perempuan yang sering menggunakan kostum unik juga sadar posisi. Toh suaminya yang juga dekat-dekat dengan dunia musik, tak pernah melarangnya untuk teap berkiprah di dunia musik.

tembang.com

Read More......

EET SJAHRANIE


Menyebut dewa gitar di Indonesia, rasanya nggak pas kalau belum menyebut nama Eet Sjahranie. Bicara gitar, berati bicara Eet. Kepiawaiannya memetik gitar membuatnya selalu dilirik band besar, termasuk sekelas God Bless.

Pria yang sudah menikah ini lahir di Bandung, 3 Februari 1952. Orangtuanya memberi nama Zahedi Riza Sjahranie. Nyaris bungsu --anak ketujuh dari delapan bersaudara-- Eet kecil mulai tertarik dengan alat musik usia 5 atau 6 tahun. Wajar saja, keluarganya memang pecinta musik. Kakak-kakaknya adalah fans berat band macam Deep Purple, Jimi Hendrix, Led Zeppelin, The Beatles, hingga BeeGees.

Namun bukan karena itu, Eet kecil tertarik main gitar, justru karena Koes Plus-lah Eet tertarik belajar gitar. "Kayaknya seru lihat aksi Yok Koeswoyo di panggung," ujarnya mengingat masa kecilnya. Awalnya ia belajar gitar dengan seorang anak yang jadi yang juru parkir di depan sekolahnya di Kalimantan Timur, tempat keluarganya bermukim saat itu. Sehabis pulang sekolah, ia selalu mengajak sohib-sohibnya belajar gitar bersama. Sejak itu "secara alamiah saya belajar sendiri," tuturnya. Mulai dari lagu daerah, folksong, dangdut sampai lagu-lagu pop yang sedang populer saat itu ia coba untuk mencari akord-akordnya.

Selain itu, ada kenangan indah yang sering dialami Eet. Waktu kecil, ayahnya, Sjahranie -- pernah jadi Gubernur Samarinda 1967-1977 sering ke Jakarta mengunjungi kakaknya. Kebetulan sang kakak jago main gitar klasik. Kesempatan itu tidak disia-siakan Eet untuk mencuri ilmunya. "Lumayan ia mengajarkan satu lagu klasik," katanya

Keinginannya pun semakin menggebu ketika orangtuanya membelikan gitar elektrik. Berbeda yang ia alami saat memetik gitar akustik, dengan gitar elektrik ia mulai tahu sound-sound aneh. Refrensi musiknya sedikit demi sedikit mulai bertambah. "Orientasi saya tidak lagi dengar lagu-lagu Indonesia, tapi lagu-lagu barat. Kayaknya lebih asyik," tutur Eet.

Setelah boyongan ke Jakarta tahun 1978, Eet melanjutkan sekolah di Perguruan Cikini. Tahu Eet jago main gitar, teman-teman sekolahnya yang suka ngeband mengajaknya ikut Festival Band SLTA se-Jakarta. Tak disangka, Eet mendapat gelar gitaris terbaik, sedang Cikini's Band menduduki peringkat kedua.

Sempat melanjutkan sekolah musik di Amerika. Di negeri Paman Sam, Eet mengambil workshop recording sound engineering di Chillicote, Ohio selama tiga bulan. Selama di sana, ia banyak bertemu musisi Indonesia, yang juga sedang studi musik, antara lain, kawan lamanya Fariz RM dan Iwan Madjid, serta Ekie Soekarno. Pertemanan mereka berlanjut sampai di tanah air. Dalam beberapa kesempatan, Eet kerap diajak rekaman.

Eet juga membantu Fariz RM saat menggagas proyek album Barcelona. Selain itu ketika Ekie Soekarno membuat album Kharisma I dan Kharisma II, Eet juga terlibat. Jalannya makin terang saat bertemu Jockey Suryaproyogo kibordis God Bless-- yang mengajaknya masuk God Bless, menggantikan posisi Ian Antono, yang mengundurkan diri.

Kemudian, Eet malah ditawari produser rekaman untuk menggarap beberapa proyek album solo. Bukannya menggarap album solo, Eet malah menggandeng Ecky Lamoh karena suaranya yang khas. Tapi, Eet ingin format solo album dirubah menjadi duo. Titelnya "E dan E", singkatan dari Ecky Lamoh dan Eet Sjahranie. Namun, ditengah jalan, kedua musisi ini malah membentuk grup band. Fajar S. (drum) dan Iwan Xaverius (bas) yang sejak awal ikut merancang konsep album mereka, diajak bergabung. Jadilah namanya berubah menjadi EDANE.

Sampai detik ini, nama Eet Sjahranie termasuk gitaris rock papan atas di negeri ini. Teknik gitarnya masih sulit ditandingi oleh musisi-musisi penerusnya.

tembang.com

Read More......

Sunday, January 25, 2009

HENGKY SUPIT


Bicara soal pria berdarah Manado ini, memang bicara soal talenta bernyanyi yang cukup potensial sejak kecil. Saat dia berusia 12 tahun, Hengky sudah memperlihatkan ketertarikannya dalam dunia musik. Dia sering mendengarkan koleksi musik yg dimiliki ibunya [ibunya konon suka mengkoleksi kaset-kaset lawas model Led Zeppelin, Paul Anka, sampai Frank Sinatra]. Ketertarikannya itu kelak sangat mempengaruhi setiap lagu ciptaannya.

Hengky menghabiskan masa kecilnya hingga SMA di Palu [kota di Sulawesi Tengah]. Di SMA itulah, Hengky memulai petualangan dalam dunia musik dengan mendirikan band pertamanya yang bernama Interview.

Band ini cukup punya nama waktu itu. Mereka kerap diundang untuk acara sekolah dan pesta ulang tahun. Istilahnya, band ini cukup bekenlah di Palu dan sekitarnya. Sampai akhirnya ketika lulus SMA [1991], Hengky dikirim oleh orangtuanya untuk kuliah di Jakarta Orang tuanya mengirimnya ke Jakarta agar ia masuk perguruan tinggi. Tapi dasar lebih menikmati musik, di Jakarta Hengky malah memutuskan untuk bergabung dengan beberapa temannya, teman-temannya mantan satu band Interview di Palu. Mereka sepakat untuk menjadi musisi di Jakarta. Resikonya? Hengky Supit tidak dikirimi lagi uang oleh orangtuanya untuk biaya hidup sehari-hari di Jakarta.

Bermodal suara dan band, mereka --Hengky dan teman-temannya-- memainkan musik dan "ngamen" di beberapa klub. Mereka awalnya memainkan lagu-lagu Top 40. Itulah cara Hengky membiayai dirinya sendiri sejak kedua orang tuanya memutuskan untuk tidak mengirimkannya uang lagi karena kecewa ia tidak kuliah di perguruan tinggi.

Interview Band kemudian mulai menulis lagu mereka sendiri, tetapi mereka tak pernah punay kesempatan membawakan lagu mereka sendiri. Kemudian satu kesempatan besar datang, mereka diminta untuk bermain di 'breaking record' untuk acara khusus bagi Jelly Tobing, salah satu pemain drum ternama di Indonesia, yang dapat bermain drum selama 10 jam.

Di acara 'pemecahan rekor' tersebut, banyak band-band dan artis ternama tampil dalam acara tersebut, antara lain Jockie Suryoprayogo, Donny Fatah dan Tedy Sudjaja [God Bless], Totok Tewel, Didik Sucahyo, Edy Darome, Dody Keswara dan Tato [El Pamas], Iwan Fals, Ikang Fawzi, Nicki Astria, Gito Rollies, Whizzkid dan lain-lain.

Aksi Hengky Supit rupanya menggoda personil Whizzkid untuk menggaetnya menjadi vokalis. Hengky diminta bergabung dengan Whizzkid. Mulailah kariernya terbentang lebar. Di setiap kesempatan Whizzkid dan Hengky Supit memutuskan untuk memainkan lagu mereka sendiri daripada menyanyikan lagu orang lain.

Mereka ikut serta dalam beberapa kontes dan festival. Sampai puncaknya mereka ikut salah satu kontes besar, Festival Rock VI versi Log Zhelebour. Whizzkid menjadi juara II, sementara Hengky Supiot mendapatkan penghargaan sebagai penyanyi terbaik. Kemenangan ini membawa Whizzkid masuk dapur rekaman, bersama 10 finalis lainnya dalam sebuah album kompilasi. Album mereka terjual dengan baik dan Whizzkid kemudian melakukan tur, tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa.

Album pertama Whizzkid berjudul "Percayalah" terjual sebanyak 200.000 kopi di seluruh Indonesia. Angka yang cukup tinggi di masa itu. Whizzkid kemudian melakukan pertunjukan di beberapa kota di seluruh penjuruh Indonesia. Album kedua Whizkid "Lepaskanlah" dikeluarkan pada tahun 1997.

Hengky sempat melakukan rekaman solo dalam album kompilasi rock Indonesia khusus penyanyi pria. Lagu, "Bila Engkau Izinkan" menjadi terkenal dan sempat menduduki posisi pertama dalam radio charts selama beberapa minggu, tahun 1995.

Sayangnya, terjadi 'friksi' di band yang mulai besar ini. sampai akhirnya Hengky Supit memutuskan untuk keluar dan bersolo karir. Solo album pertamanya berjudul "Isi Hati" keluar.

Hengky Supit kemudian diminta oleh Ian Antono untuk menjadi penyanyi latar dalam tur Gong 2000, dan Jockie Suryoprayogo memintanya untuk menjadi penyanyi latar Kantata Takwa (sebuah grup baru yang membicarakan masalah sosial dan politik di Indonesia bersama Iwan Fals, Rendra, Sawung Jabo dan Setiawan Djodi), Hengku Supit juga pernah konser bareng Geger Band [band rock yang personilnya cewek semua --red] di Ancol tahun 1998.

Usai kesibukan yang padat itu, nama Hengky Supit tiba-tiba menghilang. Ternyata, pria yang sekarang bertubuh gemuk ini "merantau" ke negeri Belanda. Selama beberapa tahun di Belanda, Hengky sibuk belajar bahasa dan mengikuti beberapa kursus tetapi dia tak pernah meninggalkan dunia musik.

Namun dunia musik memang "darahnya". Hengky tidak menolak ketika diajak oleh Kantata Takwa untuk menjadi backing vokal konsernya di Plasa Timur Senayan. Sampai saat ini Hengky masih menciptakan lagu. Rupanya dia masih ingin menggunakan kreatifitas musiknya sekali lagi, kali ini melalui media internet. Beberapa lagunya [bahasa Inggris] bisa didownload di internet. Judulnya antara lain Tinombala, Still Waiting/ dan Cant Live Without. Lumayanlah buat obat kangen dengar suara melengkingnya....

tembang.com

Read More......

LOG ZHELEBOUR


DARI berbagai festival musik yang diselenggarakan, mulai dari Festival Lagu Pop Nasional, Lomba Cipta Lagu Prambors, Lomba Cipta Lagu Dangdut, Kontes Band Yamaha hingga Cipta Pesona Bintang di layar kaca (RCTI) ternyata festival musik rock versi Log Zhelebour ke 10, tanggal 10 dan 11 Desember 2004 di Stadion Tambaksari, Surabaya, yang paling tahan banting. Sementara festival dan lomba yang lainnya berhenti karena berbagai hal, salah satu diantaranya karena ketiadaan sponsor.

Penyandang dana dalam pergelaran musik penyanyi atau grup dari dalam mau pun luar negeri dan ajang lomba seperti festival di negeri ini memang sangat diandalkan. AMI (Anugerah Musik Indonesia) yang untuk kesekian kalinya diadakan kali ini didukung Samsung, setelah sebelumnya sempat kalang-kabut ketika Sharp menarik diri menjadi sponsor. Penghargaan bagi industri musik Indonesia itupun menjadi AMI Samsung Award.

Demikian juga festival musik rock versi Log Zhelebour, dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival. Perusahaan roikok itu mendanainya sebanyak delapan kali (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dari 10 kali penyelenggaraannya, dengan diselingi Gudang Garam (1991) dan stasiun televisi Indosiar (1996). Tahun-tahun belakangan ini dominasi perusahaan rokok sangat terasa dalam pertunjukan musik pangung, seperti A Mild Live Soundranaline melibatkan sejumlah penyanyi dan grup musik.

Iklan-iklan Djarum Super yang lengkap dengan mobil jeep, rakit, dan jerat tambang pada tebing atau mengidentikkan diri dengan sportivitas olahraga sepakbola dan bulutangkis di media cetak dan elektronik ternyata dirasakan belum terasa cukup. Hingga merasa perlu mengeluarkan dana milyaran rupiah bagi festival musik musik rock versi Log Zhelebour sejak 20 tahun lalu. Menurut manajer senior Djarum Super, Handojo, visi dan missi festival itu kebetulan sesuai dengan manajemen salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu.

Untuk memperoleh dukungan sponsor tentu saja tidak mudah. Seperti yang diakui Adrie Subono dari Java Musikindo yang biasa mendatangkan penyanyi dari mancanegara. Apakah penyanyi atau grup sesuai dengan image produksi dan keuntungan apa yang akan diperoleh jika menjadi sponsor sangat diperhitungkan. Bagaimana pun seorang promotor harus benar-benar meyakinkan calon sponsornya dengan berbagai dalih dan alasan. Kalau gagal bisa mengacaukan cash-flow yang sudah disusun. Jadi apa yang diperoleh Log Zhelebour selama 20 tahun menggandeng Djarum Super bisa dikatakan menjadi prestasi tersendiri.


Kiprahnya Ong Oen Log, yang dikenal sebagai Log Zhelebour dalam dunia musik tidak terlepas dari gaya bisnisnya yang melibatkan keluarga. Kerabat, adik hingga nyonya Siong, ibu kandungnya yang semula menentang, menjadi seksi sibuk yang nyaris luput dari perhatian. Kalau sebelumnya Log bisa dikatakan menangani hampir semua hal hingga yang sepele, sebelum mendelegasikannya pada staff yang terdiri dari kerabat dan anggota keluarganya itu.

Pembayaran honor juri atau honor penyanyi dan grup peserta festival sebagai contoh, pernah dilakukannya dengan mengambil uang dari loket penjualan karcis masuk tanpa tanda terima. Uang hasil penjualan tiket itu biasanya dimasukan ke dalam karung dan tidak jarang karung itu minta dibawakan oleh salah seorang juri atau siapa saja yang dikenal dan kebetulan berada di dekatnya. Hingga kalau juri A diberi honor Rp. 200.000,- misalnya, juri B bisa saja memperoleh Rp. 300.000,-. Kalau juri A menuntut kekurangan honornya, Log meluluskan begitu saja.

Pada awal langkah Log, ibunya mengatur tranportasi para pemusik peserta festival dan juri. Mulai dari pemesanan tiket pesawat, kereta api, pemesanan kamar hotel hingga kendaraan yang mondar-mandir ke tempat acara dilakukan si ibu melalui telpon dan staffnya.

Log merintis karir promotornya sejak tahun 1979 dengan menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan diberinya judul Rock Power. Setelah itu berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam serta grup Giant Step.

Perkenalannya dengan musik rock diawali laki-laki kelahiran Surabaya, 19 Maret 1959 ini, ketika duduk di bangku SMP. Setelah lulus dari SMA St. Louis Surabaya, 1977, baru dia memulai karirnya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko.

Dengan sebuah mesin tik dan mengendarai sepeda motor Honda, Log berusaha meyakinkan berbagai pihak termasuk sponsor tentang usahanya mementaskan musik rock yang waktu itu rawan kerusuhan. Promosi berbagai poduk yang waktu itu dilakukan hanya sebatas melalui radio dan spanduk. Sementara TVRI, satu-satunya stasiun televisi, tidak menerima iklan dan musik rock nyaris tidak menjadi pilihan sebagai program acara.

Log perlu waktu lima tahun untuk meyakinkan Djarum Super agar bersedia menjadi penyandang dana sebuah festival musik rock yang dicita-citakannya. Memang menjadi pertanyaan banyak pihak, bagaimana Log mampu melakukan hal itu. Mengingat caranya berkomunikasi sangat sederhana dan menggunakan bahasa sehari-hari minus jurus diplomasi.

Pernah terjadi Log diminta menjadi salah seorang pembicara dalam sebuah diskusi tentang showbiz. Tanpa makalah atau teks dia bercerita panjang lebar tentang karirnya dengan sangat membosankan. Hingga salah seorang peserta meragukan sampai di mana Log bisa bertahan, apalagi jika harus berhadapan dengan calon sponsor. Namun catatan membuktikan Log bahkan melebarkan sayapnya dengan membuat pergelaran grup rock mancanegara seperti Sepultura, Mr BIG dan grup White Lion dan yang terakhir Hellowen. Walaupun ketika manajer grup Sepultura berkomunikasi dengan bahasa Inggris, Log justru menjawabnya dengan bahasa Jawa.

Itulah kelebihan Log. Dia bisa melakukan apa yang tidak dilakukan promotor lain. Sesuai dengan namanya Zhelebour (asal kata selebor, yang bisa berarti semaunya, baik dalam berpakaian, bicara dan bertindak), Log memang tidak perduli dengan komentar orang, apa yang dianggapnya baik dilakukannya. Sepanjang memimpin penyelenggaraan Djarum Super Rock Festival X di Surabaya, dia tidak berpakaian lain kecuali celana sebatas betis, kaos-oblong dan rompi. Bedanya, kalau dulu dia bersepeda motor Honda bebek, sekarang dengan sedan BMW plus sopir.

Ketika mengikuti tour BASF Award di Eropa tahun 1992 bersama sejumlah penyanyi, Log menyepatkan diri menonton film In Bed With Madonna. Karena tanpa teks dan Madonna berbahasa Inggris, langsung dia meninggalkan tempat pertunjukan ketika filmnya baru diputar setengah jam. Maksudnya ingin menyaksikan bagaimana kelakuan Madonna di atas ranjang, ternyata film itu menceritakan kegiatan penyanyi seksi itu di belakang panggung. Bahasa Inggris Log memang hanya sepotong-sepotong, tapi bila perlu dia bicara dengan siapa saja dan memperkenalkan dirinya dengan bangga, “ I’m mister Zhelebour.”

Gayanya itu barangkali cocok dengan musik rock yang digelutinya. Meskipun sebenarnya Log bisa dikatakan tidak mengikuti perkembangan musik rock internasional secara intent, diam-diam sebetulnya dia tahu betul peta musik rock Indonesia. Langkahnya pun sangat tepat ketika memulai karirnya sebagai promotor. Pada tahun 1979 grup rock God Bless merilis album rekaman Cermin yang semua lirik lagunya berbahasa Indonesia. Master rekaman produksi JC Collection itu sekarang menjadi milik Logiss Record, perusahaan rekaman yang didirikan Log bersama Iwan Sutadi Sidartha (ISS) dari Indo Semar Sakti dan Billboard Records. Setelah itu dia memproduksi rekaman God Bless selanjutnya, Semut Hitam, Raksasa dan Apa Kabar dan membuat pertunjukannyan di sejumlah kota tanah air, termasuk Banda Aceh.

Sewaktu suasana politik di Indonesia gonjang-ganjing pada tahun 1997 – 2000, festival rocknya berhenti. Selama kurun waktu tiga hingga empat tahun itu Log menerukan bisnis musik rocknya melalui rekaman God Bles dan Jamrud. Pada saat itulah eksistensi Jamrud sebagai grup rock nomor satu dikukuhkan melalui rekaman-rekamannya yang berhasil mengatasi produk serupa lainnya.

Jadi Log memang identik dengan musik rock. Keberhasilannya menaikan para penyanyi dan grup musik rock ke atas panggung dipertegaskannya dalam memproduksi rekaman lewai album-album Jamrud: Nekad (1996) yang terjual 150.000 kaset dan CD, Putri (1997, 200.000 kaset/CD), dan Terima Kasih (1999, 800.000 kaset dan CD). Keberhasilan ini membawa Jamrud, bersama Log tentunya, tampil di Jepang dan Korea serta melakukan rekaman di Australia. Merasa belum cukup, diterbitkannya tabloid Rock. Tapi sayang usahanya di media cetak ini tidak seberhasil bisnisnya di panggung dan rekaman.

Tapi aneh juga, mungkin karena inilah selebornya Log, sejak bulan Agustus lalu hingga di atas panggung Djarum Super Rock Festival X awal Desember ini, berulang-ulang dia menyatakan akan menghentikan kegiatan festivalnya. Dan hanya berkonsentrasi dalam memproduksi rekaman dan memproduksi pertunjukan untuk Jamrud atau grup lainnya.

Meskipun Log tidak mengatakannnya secara pasti, berita yang terhimpun menyatakan dia merasa kurang puas dengan pihak sponsor yang sangat mengetatkan dana yang dikucurkan. Sebagai perbandingan, sponsor mengucurkan dana Rp. 8 milyar pada tahun 2001, tahun ini Rp. 10. milyar. Memang meningkat dalam jumlah, tapi ongkos produksi juga sudah berkalki-lipat dan daerah para peserta lebih luas.

Alasan Log antara lain adalah bahwa dia merasa sudah tua dan ingin memberi kesempatan ke pada yang muda-muda untuk melakukan hal yang sama. Namun pertanyaannya adalah adakah figur yang seselebor dan setahan banting seperti Log? Dan sanggup melahirkan penyanyi rock seperti Ita Purnamasari, Mel Shandy atau grup rock seperti Elpamas, Grass Rock, Slank, Boomerang dan Jamrud? Ditambah lagi dengan finalis Djarum Super Rock Festival X 2004: Mujizat (Bandung, juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), MR. X (Banjarmasin, juara Harapan) dan dan Daun (Kediri, juara favorit).

Dari teknologi masih sederhana, Log mengawal festivalnya dan meningkatkannya dengan konsisten. Sehingga memacu para pemusik, terutama dari luar pulau Jawa, menekuni perkembangan teknologi yang terus berkembang. Yang akhirnya menyebabkan ketimpangan pengetahuan para pemusik akan hal itu terus berkurang dari tahun ke tahun.

Karena perkembangan teknologi itu seorang pemain keyboard dari luar pulau Jawa pada awal tahun 1990 pernah tidak bisa menguasai peralatan musiknya ketika harus tampil di atas panggung semifinal, hingga grupnya gugur. Tapi semua itu tidak terjadi lagi sekarang. Ironis tentunya sebuah ajang yang sudah teruji selama 20 dan menggelarkan 10 kali festival yang melahirkan sejumlah bintang musik rock berakhir sampai di sini.

Pihak Djarum Super sendiri sebagai sponsor tidak bersedia memberi komentar dan menyerahkannya semuanya ke pada Log. Begitu festivalnya yang ke sepuluh ini selesai, Log tampaknya santai saja langsung merekam 10 finalisnya dan tentunya dia akan sibuk mempromosikan dalam usaha melahiran bintangnya yang baru.

Hanya saja situasi ini memperlihatkan betapa menentukannya peran para sponsor dalam pergelaran sebuah festival. Stasiun televisi Indosiar mendukung AFI, RCTI dengan Indonesian Idolsnya, TPI dengan KDI, TV7 dengan Dream Bands dan Yamaha dengan kontes pemain keyboard dan gitar

Promotor musik perempuan Rini Noor dari Nepathia Production yang juga gandrung dengan musik rock dan pernah bekerjasama dengan Log menggelar pertunjukan grup Hollowen, menandaskan bahwa Log itu one and only. Tidak ada promotor musik di sini yang seperti Log yang memuja promotor tinju Don King itu.

THEODORE KS, Kompas, Kamis 23 Desember 2004

Read More......